Rabu (14/1) lalu, Jonatan Christie melangkah mulus ke babak kedua India Open 2026. Ia mengalahkan Jason Teh Jia Heng dari Singapura dengan dua gim langsung, 21-16 dan 21-10. Kemenangan itu, meski terlihat dominan, ternyata punya cerita lain di baliknya. Ada insiden yang menurut Jonatan, merugikan permainannya.
Usai laga, lewat pernyataan resmi PBSI, Jonatan mengungkapkan rasa syukur sekaligus kejengkelannya.
"Puji Tuhan, bersyukur bisa lolos. Tapi memang ada insiden yang kurang mengenakan. Bukan cuma buat saya, mungkin buat semua pemain yang ketemu lawan kurang fair play."
Masalahnya muncul di gim pertama. Jonatan sebenarnya sudah memimpin cukup jauh di awal. Namun, perlahan lawannya berhasil mengejar dan mendekatkan skor. Jonatan mulai curiga. Dugaan kuatnya, Jason Teh sengaja merusak shuttlecock yang dipakai.
"Di gim pertama saya sempat unggul jauh. Saya lagi coba baca kondisi lapangan, angin, dan sebagainya. Nah, pas di posisi poin 16-an, saya baru nyadar. Ada yang aneh sama bolanya."
Ia lalu mendeskripsikan momen itu dengan detail. Servis lawan datang, dan ia membuangnya. Tapi ada sesuatu yang berbeda.
"Kok, kencang banget? Feeling dan touch-nya beda. Saya pikir, 'jangan-jangan bolanya diganti?' Soalnya kan ada beberapa slop di meja service judge. Tapi pas bolanya pindah ke saya, saya lihat. Kelihatan bekas dipetik. Kalau dipetik, kecepatannya bisa berubah; bisa jadi cepat atau malah lambat. Nah, waktu itu kondisi gim pertama, saya lagi dapat angin yang bagus. Jadi terasa banget tambah kencang. Petikannya halus sih, jujur nggak kelihatan mencolok. Tapi sebagai pemain, saya bisa merasakannya."
Jonatan mengaku sempat memeriksa dan bertanya. Namun, tak ada bukti yang bisa langsung menuding lawannya.
"Saya nggak lihat kapan dia melakukannya. Saya tanya service judge juga, katanya bersih-bersih saja. Tapi buktinya ada di shuttlecock-nya sendiri. Ada bekas petikan kuku yang nggak ada di shuttlecock baru."
Meski merasa dirugikan, Jonatan memilih untuk move on. Fokusnya sekarang adalah pertandingan berikutnya.
"Sampe akhir dia nggak mengaku. Ya, it's ok buat saya. Pertandingan kan sudah selesai. Nggak perlu diperpanjang atau dibahas lagi."
Pikirannya sudah melompat ke tantangan selanjutnya.
"Sekarang saya mau fokus buat pertandingan besok. Lawannya Yushi Tanaka dari Jepang. Terakhir saya kalah sama dia di Australia. Mudah-mudahan besok bisa tampil jauh lebih baik. Persiapan juga harus lebih maksimal lagi."
Kemenangan di India Open itu tetap ia kantongi. Tapi cerita tentang shuttlecock yang dicurigai rusak itu, mungkin akan jadi pengingat kecil di tengah perjalanannya di turnamen ini.
Artikel Terkait
Persija Incar Konsistensi Usai Pesta Gol, Hadapi PSBS dengan Skuat Tak Lengkap
Veda Ega Pratama Bidik Podium Moto3 Spanyol 2026 Usai Gagal Finis di AS
Hendra Setiawan Beralih Peran, Jadi Pelatih di Piala Thomas 2026
Jakarta Ditunjuk Jadi Tuan Rumah FIA Rallycross World Cup 2026