Xabi Alonso Pamit dari Madrid: Filosofi yang Tak Sampai, Kursi yang Tak Bertahan

- Selasa, 13 Januari 2026 | 22:40 WIB
Xabi Alonso Pamit dari Madrid: Filosofi yang Tak Sampai, Kursi yang Tak Bertahan

MADRID Akhirnya, Xabi Alonso berbicara. Lewat sebuah unggahan di Instagram, pelatih yang baru saja dipecat itu mengirimkan pesan perpisahan yang hangat, meski tak bisa menyembunyikan rasa kecewa. "Hasilnya tidak berjalan seperti yang kami inginkan," tulisnya, mengakui bahwa segalanya tak sesuai harapan.

Keputusan pemecatan itu sendiri datang dengan cepat, bahkan terkesan mendadak. Real Madrid secara resmi mengumumkan perpisahan mereka dengan Alonso pada Senin (12/1/2026), berdasarkan kesepakatan bersama. Pengumuman itu keluar kurang dari sehari setelah Los Blancos tumbang 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol di Jeddah. Kekalahan di final derbi itu rupanya menjadi titik puncak yang tak tertahankan.

Namun begitu, timing kepergiannya cukup mengejutkan banyak pengamat. Soalnya, secara klasemen, situasi Madrid belum bisa dibilang kacau. Mereka cuma terpaut empat poin dari Barcelona di puncak LaLiga dan masih bertahan di fase grup Liga Champions. Tapi, angka-angka itu ternyata tak cukup.

Tekanan terhadap Alonso sebenarnya sudah mengendap lama. Di balik hasil yang fluktuatif, dirinya dinilai gagal menancapkan identitas permainan yang jelas dan konsisten pada skuad. Filososfinya seolah tak kunjung nyambung. Belum lagi isu-isu ruang ganti yang beredar, meski tak pernah dikonfirmasi, tentang sejumlah pemain yang kurang nyaman dengan pendekatan pelatihnya.

Di sisi lain, melalui unggahannya, Alonso lebih memilih untuk berterima kasih. Dia membagikan dua foto kenangan selama menduduki kursi kepelatihan di Bernabeu.

"Melatih Real Madrid merupakan sebuah kehormatan dan tanggung jawab. Saya berterima kasih kepada klub, para pemain, dan terutama para penggemar Real Madrid atas kepercayaan dan dukungan mereka,"

Begitu bunyi salah satu kalimat dalam postingan itu. Dia menutup pesannya dengan pernyataan penuh harga diri, "Saya pergi dengan rasa hormat, rasa terima kasih, dan kebanggaan karena telah melakukan yang terbaik."

Sementara Alonso menyiapkan barang-barangnya, manajemen Madrid sudah bergerak cepat. Mereka tak perlu mencari jauh-jauh. Alvaro Arbeloa, yang selama ini menangani tim cadangan Castilla, langsung dipromosikan untuk mengisi kekosongan kursi pelatih utama. Transisi internal yang mulus, setidaknya di atas kertas.

Lalu, bagaimana dengan masa depan Alonso sendiri? Periode singkatnya di Madrid hanya sekitar setengah musim tentu jadi bahan evaluasi pahit. Tapi jangan salah, reputasinya sebagai pelatih muda berbakat di Eropa tidak serta-merta runtuh. Tekanan di klub sebesar Real Madrid memang gila-gilaan, dan banyak yang bersimpati pada situasi yang dihadapinya.

Dia kini punya waktu untuk beristirahat sejenak. Tapi mungkin tak akan lama. Nama Alonso sudah kembali dikaitkan dengan beberapa klub top. Liverpool, misalnya, tempat dia dulu pernah berseragam, selalu disebut dalam setiap spekulasi. Ada juga Tottenham Hotspur di London yang dikabarkan sedang memantau situasi.

Dengan modal pengalaman dan nama besarnya, Xabi Alonso diprediksi tak akan menganggur terlalu lama. Mata sejumlah raksasa Eropa kemungkinan masih tertuju padanya, menunggu langkah berikutnya dari pria asal Basque itu.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar