“Ini merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip fair play dan tidak bisa ditoleransi,” tegasnya.
Menurut Wendy, sanksi seberat ini diharapkan bisa jadi pelajaran untuk semua. Bukan cuma buat pemain, tapi juga seluruh unsur yang terlibat dalam sebuah pertandingan. Tujuannya agar sepak bola di DIY bisa lebih tertib dan bermutu ke depannya.
“Harapannya ini menjadi pembelajaran, tidak hanya bagi pemain, tetapi juga perangkat pertandingan dan seluruh unsur yang terlibat agar sepak bola di DIY bisa berjalan lebih baik,” ujarnya.
Dan konsekuensinya luas. Larangan ini tak cuma berlaku di kompetisi lokal DIY. Wendy menegaskan, sanksi itu berlaku untuk seluruh ajang di bawah naungan PSSI di mana pun. Pintu sepak bola resmi tertutup untuk Dwi.
Tak hanya pemain yang kena getahnya. Perangkat pertandingan yang bertugas juga tak luput dari evaluasi. Komite Wasit PSSI DIY langsung menggelar pembinaan, menyegarkan lagi pemahaman tentang aturan main dan regulasi. Mereka ingin insiden seperti ini tidak terulang lagi di masa mendatang.
Artikel Terkait
Pelatih Persebaya Kagumi Atmosfer SUGBK Meski Timnya Dibantai Persija
Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Final Piala AFF 2026, Hadapi Thailand
Persebaya Tumbang 0-3 dari Persija, Rachmat Irianto Akui Performa Tim Tak Memuaskan
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Thailand di Final ASEAN Futsal Championship 2026