Marquez Siap Hancurkan Benteng Terakhir Rekor Rossi di MotoGP 2026

- Senin, 05 Januari 2026 | 07:40 WIB
Marquez Siap Hancurkan Benteng Terakhir Rekor Rossi di MotoGP 2026

MADRID – Ancaman serius kini menggantung di atas rekor legendaris Valentino Rossi. Menjelang MotoGP 2026, semua mata tertuju pada Marc Marquez dan Ducati Lenovo-nya yang tampaknya tak terbendung. Dominasi mereka membuka peluang besar untuk terciptanya sejarah baru di panggung balap motor dunia.

Setelah musim 2025 yang nyaris sempurna, Marquez melangkah ke musim depan dengan label favorit yang berat. Pembalap berusia 32 tahun itu benar-benar luar biasa tahun lalu. Ia menyapu 11 kemenangan grand prix, plus 14 sprint race. Hasilnya? Gelar juara dunia ketujuhnya di kelas premier, dan yang kesembilan sepanjang karier gemilangnya.

Pencapaian itu membawa Marquez ke posisi yang dulu sulit dibayangkan: sejajar dengan The Doctor. Ya, keduanya kini sama-sama mengoleksi tujuh gelar MotoGP, ditambah satu gelar di Moto2/250cc dan satu lagi di 125cc. Sebuah persamaan yang membuat dunia balap berdecak kagum.

Karena itu, MotoGP 2026 bukan cuma musim baru. Ini bisa jadi penentuan. Sejumlah rekor ikonik Rossi yang telah bertahan bertahun-tahun, tiba-tiba terlihat dalam jangkauan sang pembalap Spanyol. Terutama soal kemenangan dan usia juara.

Ambil contoh rekor prestisius Rossi: 115 kemenangan grand prix di semua kelas. Marquez saat ini punya 99. Dengan kalender 22 seri, ia butuh 16 kemenangan untuk menyamainya. Mungkin terdengar banyak, tapi melihat performa 2025, siapa yang berani bilang mustahil?

Di kelas premier saja, jaraknya lebih dekat. Rossi memimpin dengan 89 kemenangan, sementara Marquez membayangi di 73. Artinya, selisihnya cuma 16. Jika Marquez meraih 17 kemenangan tahun depan, ia tak cuma menyamai, tapi langsung melampaui sang legenda.

Rekor usia juga jadi incaran. Rossi memegang status juara dunia "back-to-back" tertua, saat ia menang di 2008 (usia 29) dan 2009 (usia 30). Nah, Marquez sekarang justru sudah memecahkan rekor juara MotoGP tertua, di usia 32 tahun.

Kalau tahun depan ia bisa pertahankan gelar bersama Ducati, rekor "back-to-back" tertua milik Rossi itu akan tumbang. Standar baru akan tercipta.

Tak ketinggalan, catatan "fastest lap". Di sini, Rossi masih unggul tipis, 76 berbanding 72 untuk Marquez. Selisih empat catatan ini sangat mungkin dikejar dalam satu musim, apalagi dengan motor yang kompetitif.

Namun begitu, bukan berarti semua rekor Rossi akan mudah diambil. Ada satu benteng yang masih kokoh: jumlah podium. Di semua kelas, Rossi punya 235 podium, sementara Marquez baru 165. Selisih 71 podium itu terlalu besar untuk dikejar dalam satu atau dua musim.

Hal serupa terjadi di kelas premier: 199 podium Rossi berhadapan dengan 126 milik Marquez. Tapi, dominasi Marquez yang begitu telak tahun lalu membuat perburuan rekor-rekor lain tetaplah cerita utama yang paling menarik untuk diikuti.

Pada akhirnya, MotoGP 2026 berpotensi menjadi musim bersejarah. Bukan sekadar perebutan gelar juara, tapi lebih dari itu: sebuah panggung untuk menjawab apakah Marc Marquez benar-benar bisa melampaui Valentino Rossi di dalam buku rekor abadi olahraga ini. Pertarungan angka yang dramatis, dan kita semua akan menyaksikannya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar