Posko Nasional Sektor ESDM untuk pengawasan libur Natal dan Tahun Baru akhirnya ditutup. Operasi yang berjalan sejak pertengahan Desember lalu itu resmi berakhir pada Senin, 5 Januari 2026. Menariknya, meski jadi momen liburan panjang, konsumsi bensin masyarakat ternyata hanya naik tipis sekitar 0,9 persen dari kondisi normal.
Erika Retnowati, yang menjabat Ketua Satgas Nataru Sektor ESDM sekaligus Anggota Komite BPH Migas, menyatakan situasi pasokan bahan bakar minyak selama periode liburan tergolong aman. Stok BBM nasional bahkan bisa dipertahankan untuk kebutuhan 16 hingga 35 hari ke depan.
"Kalau dirinci, ada yang naik dan ada yang turun," ujar Erika dalam konferensi pers penutupan posko.
"Untuk gasoline naik tipis 0,9 persen. Gasoil turun 3,4 persen, kerosin turun lebih dalam 6,2 persen. Sementara avtur justru melonjak 5,5 persen."
Di sisi lain, bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera sempat menjadi perhatian serius. Namun menurut Erika, penyaluran BBM ke masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tetap berjalan optimal, bahkan lewat jalur udara untuk daerah yang sulit dijangkau. Pemulihan infrastruktur SPBU pun berlangsung cepat. Di Sumatera Utara dan Barat, semua SPBU sudah beroperasi normal. Hanya di Aceh, 5 dari 156 SPBU yang masih dalam proses perbaikan.
Bagaimana dengan elpiji? Kondisinya juga stabil. Stok LPG nasional rata-rata mencukupi untuk hampir 13 hari. Yang menarik, penyalurannya justru naik signifikan, mencapai 10,6 persen dibanding penjualan normal.
"Mungkin karena banyak yang masak untuk keluarga besar saat liburan," tambah Erika.
Sektor gas bumi secara umum juga aman. Rata-rata penyalurannya naik 4,3 persen dibanding periode Nataru dua tahun sebelumnya. Kendala sempat muncul karena kebocoran pipa milik PT TGI di Riau awal Januari, tapi perbaikan ditargetkan selesai dalam hitungan hari.
Lalu, soal listrik. Operasi sistem kelistrikan nasional berjalan tanpa gangguan berarti. Puncak beban tertinggi justru terjadi di pertengahan Desember, bukan di malam tahun baru.
Selain mengawasi energi, posko ini juga memantau aktivitas geologi. Selama periode liburan, Gunung Lewotobi Laki-Laki masih berstatus Awas. Dua gunung lainnya, Merapi dan Semeru, dalam status Siaga. Gerakan tanah tercatat puluhan kejadian, sementara gempa bermagnitudo di atas 5 terjadi sepuluh kali.
Mengapa Bensin Hanya Naik Sedikit?
Erika punya analisis menarik soal kenaikan konsumsi bensin yang moderat ini. Menurutnya, masyarakat banyak beralih ke transportasi umum selama liburan panjang.
"Perkiraan kami, mobil pribadi mungkin berkurang. Ini terlihat dari lonjakan avtur yang mencapai 5,5 persen. Kereta api juga penuh sesak," ungkapnya.
Faktor lain yang tak kalah penting: tren kendaraan listrik. Transaksi di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) disebutnya melonjak hingga lima kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Pendapat senada datang dari Mars Ega Legowo, Dirut Pertamina Patra Niaga. Ia membenarkan bahwa kenaikan 0,9 persen itu adalah perbandingan dengan penjualan normal Oktober-November. Jika dibandingkan Desember tahun lalu, kenaikannya justru sekitar 2 persen.
"Trennya memang naik, tapi tidak drastis," katanya.
Ega juga menyoroti peran kendaraan hybrid. Penjualannya yang meningkat signifikan belakangan ini turut mempengaruhi, karena konsumsi bahan bakarnya lebih irit.
"Jadi, gabungan antara transportasi umum, kendaraan listrik, dan hybrid ini yang membuat konsumsi bensin tidak meledak-ledak saat liburan," pungkas Ega.
Sepertinya, pola mobilitas masyarakat kita mulai berubah.
Artikel Terkait
Harga Emas Melonjak Didorong Perlambatan Ekonomi AS dan Ketidakpastian Kebijakan Trump
OJK Denda Influencer Saham Rp5,35 Miliar, Praktik Goreng Saham Berevolusi
BEI Bakal Evaluasi Kebijakan Full Call Auction di Kuartal II
Analis Proyeksikan IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan Pekan Depan