Maka, transisi ke V4 adalah jawabannya. Langkah ini bukan keputusan dadakan, melainkan hasil evaluasi panjang. Yang menarik, semua pembalap Yamaha dengan gaya berkendara yang berbeda-beda ternyata mengeluhkan hal serupa. Kesamaan keluhan itu justru mempermudah tim untuk menentukan arah pengembangan.
"Sangat membantu bahwa keempat pembalap mengeluhkan hal yang sama," ungkap Rins. "Ini memberi petunjuk jelas tentang apa yang harus diperbaiki."
Kini, fokus Yamaha sepenuhnya tertuju pada proyek mesin baru itu. Mereka berharap, perubahan radikal ini bisa menghentikan tren penurunan dan membawa mereka kembali bersaing di garis depan. Beban harapan itu tentu tidak ringan. Tapi setelah musim yang begitu mengecewakan, mungkin memang inilah saatnya untuk mengambil risiko besar.
Artikel Terkait
Persija Hadapi Persijap Usai Pesta Malam Tahun Baru
Allano Lima Tertipu Belanja Online, Uang Rp 2,2 Juta Raib
Rosenior Jadi Kandidat Utama Gantikan Maresca di Chelsea
Liverpool Tersendat di Anfield, Gagal Tembus Pertahanan Leeds