Maka, transisi ke V4 adalah jawabannya. Langkah ini bukan keputusan dadakan, melainkan hasil evaluasi panjang. Yang menarik, semua pembalap Yamaha dengan gaya berkendara yang berbeda-beda ternyata mengeluhkan hal serupa. Kesamaan keluhan itu justru mempermudah tim untuk menentukan arah pengembangan.
"Sangat membantu bahwa keempat pembalap mengeluhkan hal yang sama," ungkap Rins. "Ini memberi petunjuk jelas tentang apa yang harus diperbaiki."
Kini, fokus Yamaha sepenuhnya tertuju pada proyek mesin baru itu. Mereka berharap, perubahan radikal ini bisa menghentikan tren penurunan dan membawa mereka kembali bersaing di garis depan. Beban harapan itu tentu tidak ringan. Tapi setelah musim yang begitu mengecewakan, mungkin memang inilah saatnya untuk mengambil risiko besar.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Tekanan dan Harapan Jelang Semifinal Lawan Vietnam
Barcelona Tunda Pergerakan untuk Leao, Fokus Selesaikan Transfer Rashford
Lima Wakil Indonesia Bertarung di Perempat Final Badminton Asia Championship 2026
Desak Made Rita Raih Emas WCAC 2026 dan Tiket Otomatis ke Asian Games