Baginya, perjalanan memang tak mulus. Masa-masa sulit bersama Honda dulu adalah bagian yang tak terpisahkan. Lalu, kepindahannya ke tim Gresini menjadi titik balik. Melewati semua fase itu dan akhirnya bisa bersaing di papan atas itulah pembuktian sesungguhnya.
“Buat saya, tahun-tahun berat di Honda itu penting. Dan, ketika pertama kali datang ke Gresini, semuanya terasa lebih baik,” tukasnya.
“Jadi, untuk mengonfirmasi bahwa kami ada di sana sebagai pesaing, bisa melaju kencang, dan jadi salah satu tokoh di MotoGP… ya, dalam hal ini, capaian ini sangat penting,” tandas Alex Marquez menutup pembicaraan.
Jadi, begitulah. Di mata dunia, runner up adalah prestasi gemilang. Tapi bagi Alex Marquez, itu hanyalah pengingat dan pembungkam dari sebuah perjalanan panjang yang penuh dengan tanda tanya.
Artikel Terkait
Tahun 2026, Kalender Padat Menanti Para Petarung Bulu Tangkis Indonesia
Di Balik Emas Diva Renatta: Lompatan Rekor yang Diukir oleh Cinta Keluarga
Setelah Gagal ke Piala Dunia, Agenda Padat Timnas Indonesia Menanti di 2026
Nova Arianto Beri Sinyal Keras ke Calon Pemain Timnas U-20 di TC Bekasi