MURIANETWORK.COM - Ajudan Presiden Joko Widodo, AKBP Syarif Fitriansyah, menegaskan tidak ada pembatasan bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke rumah pribadi mantan presiden di Solo. Pernyataan ini disampaikan menanggapi viralnya lokasi tersebut sebagai 'Tembok Ratapan Solo' di Google Maps. Syarif mengimbau agar rumah keluarga Jokowi tidak diperlakukan seperti situs religi atau monumen, melainkan dihormati sebagai hunian pribadi.
Imbauan untuk Menghormati Ruang Privasi
Meski akses tetap terbuka, Syarif secara khusus meminta pengunjung untuk tidak melakukan aksi meratap di depan pintu gerbang. Ia mengakui bahwa meski fenomena viral telah mereda, masih ada saja beberapa orang yang mencoba melakukan hal serupa. Imbauan ini ditekankan untuk menjaga kenyamanan dan privasi keluarga yang tinggal di dalamnya.
"Tidak ada (pembatasan), tetap seperti biasa saja," jelas Syarif Fitriansyah, Senin (16/2/2026).
Asal Mula Fenomena 'Tembok Ratapan Solo'
Gelombang perhatian terhadap rumah di Jalan Kutai Utara Nomor 1 itu berawal ketika nama lokasi itu diubah menjadi 'Tembok Ratapan Solo' pada aplikasi pemetaan digital. Situasi semakin ramai diperbincangkan setelah beredar rekaman video seorang pemuda yang tampak sedang meratap di depan gerbang rumah tersebut, memicu beragam interpretasi publik.
"Ya ada saja (yang meratap), kita imbau supaya tidak melakukan hal serupa," tuturnya lagi.
Dalam penjelasannya, Syarif kembali menegaskan status sebenarnya dari lokasi tersebut. Ia menekankan perbedaan mendasar antara sebuah kediaman pribadi dengan tempat yang dikait-kaitkan dengan nilai religius atau sejarah tertentu.
"Karena di sini merupakan kediaman Bapak Joko Widodo dan Ibu Iriana, bukan Tembok Ratapan Solo," tegasnya.
Dengan demikian, pesan yang disampaikan cukup jelas: masyarakat dipersilakan berkunjung selama tetap menjaga norma kesopanan dan menghormati batas-batas ruang privat sebuah keluarga.
Artikel Terkait
Dua Orang Tewas dalam Kecelakaan Tunggal Motor di Cibinong
Polda Sumsel Musnahkan Sabu dan Ekstasi Hasil 25 Kasus, Selamatkan 34.252 Jiwa
LPPM Universitas Terbuka Dorong Penguatan SDM dan Wisata Berkelanjutan di Pulau Pahawang
Mobil Box Muatan Biji Plastik Terguling di Flyover Pesing Akibat Dihindari dari Tabrakan