Laga pekan ke-17 Liga Inggris berakhir dengan kekecewaan bagi Spurs. Di kandang sendiri, Tottenham Hotspur Stadium, mereka takluk 1-2 dari Liverpool pada Minggu dini hari tadi. Bukan cuma kekalahan, tuan rumah juga harus bermain dengan sembilan orang setelah dua pemainnya diusir wasit. Situasi yang benar-benar buruk.
Susunan pemain awal kedua tim cukup menarik. Spurs menurunkan Vicario di bawah mistar, dengan lini belakang Porro, Romero, Van de Ven, dan Djed Spence. Di lini tengah, duo Gray dan Bentancur didukung Simons, Bergvall, dan Kudus, sementara ujung tombak dipercayakan pada Kolo Muani.
Liverpool sendiri tampil dengan formasi solid. Alisson menjaga gawang, didampingi Bradley, Konate, Van Dijk, dan Kerkez. Gravenberch dan Jones mengisi lini tengah, dengan trio Szoboszlai, Mac Allister, dan Wirtz di depan. Hugo Ekitike yang jadi striker.
Pertandingan berjalan alot sejak menit pertama. Liverpool terlihat agak hati-hati, sementara Spurs sendiri kesulitan menembus pertahanan ketat "The Reds". Ancaman pertama justru datang dari tamu di menit ke-13. Virgil van Dijk menyambut umpan tendangan bebas dengan sundulan tajam, tapi masih bisa ditangkap Vicario.
Spurs tak tinggal diam. Tujuh menit berselang, Rodrigo Bentancur melepaskan tembakan voli dari luar kotak penalti. Sayang, bolanya meleset tipis. Peluang emas benar-benar tercipta di menit ke-27. Randal Kolo Muani mendapat ruang dan melepas tendangan akurat, namun Alisson Becker masih bisa menangkap bola dengan gemilang meski sempat terlihat kakinya melintasi garis gawang.
Namun begitu, momentum berubah drastis di menit ke-33. Xavi Simons melakukan tekel keras dari belakang kepada Van Dijk. Wasit awalnya hanya memberi kartu kuning, tapi setelah meninjau ulang kejadian di monitor VAR, kartu kuning itu berubah menjadi merah. Spurs harus bermain dengan sepuluh orang.
Yang mengejutkan, justru dalam kondisi kalah jumlah, Spurs tampil lebih berbahaya lewat serangan balik cepat. Liverpool sendiri, meski mendominasi penguasaan bola, kesulitan menciptakan peluang jernih. Satu peluang mereka di menit 37, lewat tendangan datar Florian Wirtz, masih bisa ditepis Vicario. Babak pertama ditutup dengan statistik penguasaan bola 63% untuk Liverpool, meski Spurs lebih banyak melepaskan tembakan.
Kebuntuan akhirnya pecah sebelas menit setelah babak kedua berjalan. Memanfaatkan umpan terobosan Wirtz, sang striker melepaskan tendangan yang tak bisa dihalau Vicario. Gol! Tapi, sorak Liverpool segera berubah jadi kecemasan. Sang pencetak gol langsung terguling kesakitan usai ditekel Van de Ven tepat setelah melepas tendangan. Ia terpaksa ditarik dan diganti Jeremie Frimpong.
Sepuluh menit kemudian, Liverpool menggandakan keunggulan. Jeremie Frimpong, yang baru masuk, langsung berkontribusi dengan umpan silang matang. Hugo Ekitike dengan tenang menyambutnya menjadi gol kepala. 2-0 untuk tim tamu.
Spurs, meski terpuruk, belum menyerah. Tekanan mereka akhirnya berbuah di menit ke-83. Situasi sepak pojok berujung ricuh di depan gawang Liverpool, dan Richarlison sukses menuntaskannya dengan tendangan datar ke sudut kanan bawah. 2-1! Semangat mereka bangkit.
Sayangnya, harapan untuk menyelamatkan satu poin pupus di masa injury time. Cristian Romero, yang sudah mendapat kartu kuning sebelumnya, melakukan pelanggaran bodoh. Wasit pun tanpa ragu mengeluarkan kartu kuning kedua, yang berarti merah. Spurs tinggal sembilan pemain. Skor 1-2 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Kekalahan ini membuat Spurs terperosok di peringkat 13 klasemen dengan 22 poin. Di sisi lain, Liverpool makin kokoh di posisi kelima dengan koleksi 29 poin. Laga yang penuh drama dan tentu saja, kontroversi.
Artikel Terkait
Pearly Tan Pastikan Comeback di Malaysia Masters 2026 Usai Cedera Punggung
Verstappen Sebut Lini Tengah F1 GP Miami 2026 “Hutan” Usai Duel Sengit dengan Sainz
PSG Buru Harry Kane di Tengah Persiapannya Hadapi Bayern di Semifinal Liga Champions
Laga Persija vs Persib Resmi Pindah ke Stadion Segiri Samarinda