Kuncinya sederhana: mencoba lebih rileks. "Di gim ketiga kami coba untuk lebih enjoy lagi," ungkap Sabar. Perubahan pendekatan mental itu rupanya membawa angin segar.
Tapi, ceritanya tak cuma soal mental. Reza, sang partner, ternyata juga berjuang melawan rasa sakit di tubuhnya sendiri. Ini yang bikin permainan mereka sempat tersendat.
Dia menambahkan, "Tidak mudah bagi kami untuk memenangkan laga hari ini."
Meski begitu, keduanya melihat sisi positif. Performa mereka di turnamen elite penutup musim ini dinilai sudah menunjukkan progres yang bagus. Menurut Reza, konsistensi itu berlanjut sejak mereka tampil di SEA Games.
Hanya saja, ada pekerjaan rumah yang jelas terlihat. Aspek fisik, terutama daya tahan, harus jadi fokus peningkatan ke depannya. Level lawan di pentas dunia, seperti yang mereka alami malam itu, tidak akan pernah mudah.
Perjuangan mereka belum berakhir. Semifinal menanti, dan tantangan pasti akan lebih berat lagi. Tapi, setidaknya untuk malam itu, mereka berhak bernapas lega sejenak. Setelah pertarungan berat, tiket semifinal akhirnya berada di genggaman.
Artikel Terkait
Persebaya Incar Ramadhan Sananta dan Victor Dethan untuk Proyek Ambisius Bernardo Tavares
FIFA Tolak Sanksi untuk Israel, Abaikan Putusan dan Kritik ICJ
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Raih Podium Perdana Indonesia di Moto3 Brasil
Veda Ega Ungguli Rival Rookie di Dua Seri Pembuka Moto3 2026