Jonatan Christie Tersingkir Usai Dikalahkan Christo Popov di Final Grup

- Jumat, 19 Desember 2025 | 19:00 WIB
Jonatan Christie Tersingkir Usai Dikalahkan Christo Popov di Final Grup

Hangzhou, Jumat sore lalu, jadi saksi perjuangan Jonatan Christie yang berakhir pahit. Di laga pamungkas penyisihan Grup A BWF World Tour Finals, ia takluk dari Christo Popov asal Prancis. Pertarungan sengit tiga gim itu berakhir dengan angka 21-18, 16-21, dan 21-13 untuk keunggulan Popov.

Kekalahan ini, sayangnya, menempatkan Jonatan di dasar klasemen grup. Dari tiga pertandingan yang ia jalani, tak satu pun kemenangan berhasil dibawa pulang.

Gim pertama sempat memberi harapan. Jalannya pertandingan memang ketat, skor silih berganti menyamai. Imbang di 5-5, lalu 7-7, dan lagi di 9-9. Namun, Jonatan berhasil sedikit memimpin saat masuk interval, 11-10.

Usai jeda, situasi sempat berbalik. Popov malah unggul 14-11. Tapi Jonatan tak menyerah, ia merangkai empat poin beruntun untuk memimpin 15-14. Konsistensinya terjaga, dan ia pun menutup gim pertama 21-18.

Sayangnya, momentum itu tak bertahan lama.

Di gim kedua, Popov tampak bangkit. Pemain Prancis itu langsung menekan, memimpin 3-5. Meski sempat dikejar sama 5-5, ia kembali menjauh dan membawa keunggulan cukup nyaman 11-6 ke interval.

Setelah itu, Jonatan kesulitan mengejar ketertinggalan. Popov terlihat solid, menjaga jarak aman. Pada poin 13-17 untuk Popov, suasana mulai berat. Gim kedua pun harus diakui Jonatan dengan skor 16-21.

Semua pun bertumpu pada gim penentu.

Awal gim ketiga masih berimbang, meski Jonatan sempat tertinggal 0-4. Dengan susah payah, ia malah berbalik memimpin 9-8, lalu masuk interval dengan angin segar 11-10.

Namun begitu, segalanya berubah drastis usai jeda pendek itu. Popov seperti menemukan ritme terbaiknya. Lima poin beruntun ia raih, mengubah pimpinan tipis Jonatan jadi keunggulan 11-15 untuk dirinya.

Jonatan seperti kehilangan daya. Poin-poin berikutnya berpihak pada Popov, yang akhirnya dengan mantap menyudahi pertandingan 21-13. Sorak sorai pun pecah untuk sang wakil Prancis, sementara Jonatan harus menerima kenyataan pahit di akhir perjalanannya di Hangzhou.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar