Indra Sjafri tak menampik tantangan berat itu. Usai pertandingan, pelatih itu mengakui performa lawan.
Namun begitu, fokus kini sudah beralih sepenuhnya ke Myanmar. Satu-satunya opsi adalah menyerang. Strategi permainan harus diubah, digiring lebih agresif ke depan. Tujuannya jelas: mencetak gol sebanyak-banyaknya.
Di sisi lain, posisi di klasemen saat ini memang kurang menguntungkan. Timnas U-22 nangkring di peringkat kedua Grup C dengan poin nol dan selisih gol minus satu. Situasi ini memaksa mereka tak hanya sekadar meraih tiga poin pada 12 Desember mendatang, tapi juga harus membukukan kemenangan besar. Hanya dengan itu mereka bisa bersaing ketat dengan runner-up dari grup lain. Semuanya tergantung pada aksi di lapangan nanti.
Artikel Terkait
Kyle Walker Resmi Pensiun dari Timnas Inggris Setelah 96 Caps
Manchester United di Persimpangan: Carrick atau Luis Enrique untuk Kursi Pelatih Tetap?
Arsenal Pertimbangkan Pinjaman untuk Myles Lewis-Skelly Setelah Sepi Menit Bermain
Timnas Wanita Korea Utara Walk Out Saat Hadapi China di Piala Asia 2026