Di tengah hiruk-pikuk Indonesia Sports Summit 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, wasit Thoriq Alkatiri membagikan pengalamannya. Bicara soal kesibukannya memimpin pertandingan, ia mengaku punya preferensi tersendiri. Ternyata, Thoriq lebih menikmati atmosfer pertandingan internasional, seperti AFC Champions League 2, ketimbang liga dalam negeri.
Alasannya sederhana tapi cukup menohok. Menurutnya, pemain-pemain luar negeri punya pemahaman teknis yang lebih baik tentang aturan sepak bola. Tak cuma itu, rasa respek mereka terhadap wasit juga terasa lebih tinggi. Hal ini jarang ia temui di kompetisi lokal.
"Sebetulnya tidak ada perbedaan dari segi perwasitan. Cuma mungkin lebih enjoy di Asia dibandingkan kompetisi lokal," ujar Thoriq kepada para wartawan, Minggu (7/12) lalu.
Ia melanjutkan, "Karena mungkin pemainnya lebih sadar terhadap pelanggaran-pelanggaran yang gak perlu. Walaupun kadang intensitasnya tinggi tapi mereka fokus kepada permainannya."
Sepanjang musim 2025/26 ini, catatannya sudah empat kali memimpin laga di fase grup ACL 2. Pengalaman itu memberinya gambaran jelas soal perbandingan karakter pemain di panggung Asia dengan yang bertanding di Super League.
Namun begitu, jangan dikira memimpin laga internasional itu lebih santai. Justru sebaliknya. Thoriq mengakui, wasit di pertandingan level itu dituntut fisik yang benar-benar prima. Tensinya cepat, permainannya tak kenal ampun.
"Kalau di luar negeri mungkin pertandingannya lebih cepat. Dan lebih, apa namanya, dia lebih fokus terhadap taktikal. Jadi kita harus fisik dituntut lebih prima," tambahnya, menjelaskan tantangan riil di lapangan.
Di balik semua itu, sikapnya sebagai wasit tetap sama: rendah hati dan selalu haus belajar. Setiap pertandingan, baginya, adalah ujian akhir yang harus dihadapi dengan serius.
"Kalau untuk di dunia perwasitan saya merasa ya masih tetap harus belajar setiap hari. Setiap pertandingan saya anggap itu sebagai final. Karena harus memberikan sesuatu yang terbaik," ungkap Thoriq.
Ia menutup dengan kalimat yang polos, "Saya tidak berpikiran muluk-muluk. Hanya berusaha membuat yang terbaik di lapangan."
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares