Buijs Meledak: Tindakan Hubner Sungguh Bodoh!

- Minggu, 07 Desember 2025 | 09:15 WIB
Buijs Meledak: Tindakan Hubner Sungguh Bodoh!

SITTARD – Amarah Danny Buijs benar-benar meledak. Pelatih Fortuna Sittard itu tak bisa menyembunyikan rasa kesalnya setelah Justin Hubner diusir wasit. Aksi bek Timnas Indonesia itu, dalam pandangannya, adalah sebuah keputusan yang “sangat bodoh.” Semuanya terjadi dalam kekalahan 1-3 dari Ajax Amsterdam, Minggu dini hari WIB tadi.

Pertandingan di Stadion Offermans Joosten itu awalnya menjanjikan bagi Fortuna. Kaj Sierhuis bahkan sudah membawa mereka unggul cepat di menit ke-4. Suasana pun sempat riuh. Namun, cerita indah itu tak berlangsung lama.

Ajax, di sisi lain, berhasil membalikkan keadaan dengan cara yang cukup tidak biasa: lewat dua gol bunuh diri. Syb Van Ottele dan Ryan Fosso menjadi “pencetak gol” untuk lawan, masing-masing di masa injury time babak pertama dan menit awal babak kedua. Owen Wijndal lalu menggenapkan penderitaan tuan rumah dengan gol ketiga Ajax di menit ke-52.

Kekacauan makin menjadi. Justin Hubner, yang baru saja masuk menggantikan Jasper Dahlhaus, harus angkat kaki delapan menit kemudian. Wasit tanpa ragu mengacungkan kartu merah menyusul tekel keras dari belakang yang ia lakukan pada Rayani Bounida.

Di sinilah Buijs meledak. Ia tak punya alasan untuk membela pemainnya.

“Dia (Justin Hubner) hanya menabraknya dari belakang. Itulah yang dia lakukan sepanjang pertandingan. Tapi lihat, apa yang dilakukan Hubner selanjutnya sungguh bodoh,”

Begitu kata Buijs kepada Voetbal International. Nada kesalnya jelas terdengar.

“Dengan skor 1-3 di kepalamu, itu bukan frustrasi, karena dia baru saja masuk ke lapangan. Kalau kamu baru saja masuk ke lapangan, kamu tidak akan melakukan tekel seperti itu enam puluh meter dari gawangmu, kan? Itu bodoh sekali,”

Meski begitu, di balik kemarahannya, ada harapan. Buijs berharap insiden memalukan ini bisa jadi pelajaran berharga bagi sang pemain muda. Agar tidak terulang.

“Itu jadi pembelajaran. Banyak sekali pembelajaran, karena itu berarti kami harus melanjutkan dengan sepuluh pemain,” ujarnya, sambil menghela napas. “Itu sangat menyakitkan hari ini.”

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar