Suasana di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada Senin (1/12) itu benar-benar mencekam. Final Futsal Campus League Regional Jakarta 2025, khususnya di nomor putri, berakhir dengan drama. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) harus gigit jari, kalah tipis 1-2 dari STKIP Pasundan Cimahi dan pulang dengan status runner-up.
Namun begitu, ada satu nama yang bersinar meski trofi tak berhasil diangkat: Nizrina Fauziah Permana. Kapten UPI itu menutup turnamen sebagai Top Scorer dengan torehan enam gol, menyamai rekor Zilfa Aninda Zefanya dari tim lawan.
Usai laga, Nizrina berbagi cerita. Tentang persiapan timnya yang mati-matian, dan rahasia di balik ketajamannya mencetak gol.
“Bersama tim juga ya, kita latihan setiap hari. Fisik subuh jam 5, lalu teknik sore hari. Jadi persiapannya cukup matang,” ujarnya.
“Mungkin memang keberuntungannya belum ke kita.”
Soal produktivitasnya, ia mengaku ada arahan khusus dari pelatih. “Saya dapat arahan dari pelatih, kalau jaraknya sudah 10 meter atau second penalty langsung shooting aja. Coba terus, siapa tahu ada deflect atau rebound. Makanya bisa nyetak gol banyak,” bebernya.
Menilik jalannya pertandingan, sebenarnya UPI punya peluang. Beberapa kali Nizrina dan Eggi Risma Arifani mengancam, tapi finishing yang kurang akurat membuat skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Babak kedua justru jadi bumerang. STKIP Pasundan seperti mendapat energi baru. Dua gol cepat mereka ciptakan dalam rentang dua menit, lewat Zalfa Alya Putri Wiguna di menit ke-33 dan Zilfa Aninda Zevanya di menit ke-35. UPI sempat bangkit lewat gol Risty Dewi Utami (37'), tapi waktu sudah tak mencukupi untuk menyamakan kedudukan.
“Mungkin peluang kita sudah ciptain sebagus mungkin, tapi takdir berkehendak lain,” kata Nizrina, menyesali peluang yang terbuang. “Kita belum bisa memanfaatkan peluang seminimal mungkin. Mungkin STKIP bisa lebih bisa memanfaatkan peluang dari pertandingan itu.”
Kekalahan ini tentu pahit. Tapi perjalanan belum berakhir. Masih ada fase nasional yang menanti. Nizrina, yang juga atlet sepak bola wanita Jawa Barat peraih emas PON XXI Aceh-Sumut 2024, sudah menatap ke depan.
“Saya sih penginnya memberikan yang terbaik. Kalau kita tadi cuma kurang fokus aja, kurang memanfaatkan peluang. Itu yang bakal saya maksimalin di nasional lagi,” pungkasnya penuh tekad.
Artikel Terkait
Hodak Geram atas Kesalahan Permainan Anak-anak Meski Persib Bangkit dari 0-2 ke Imbang Dewa United
Hodak Geram, Persib Hanya Bawa Satu Poin dari Markas Dewa United
Wakil Wali Kota Surabaya Tantang PORDI Gelar Turnamen Domino Lebih Besar
Persaingan Sengit, Arsenal dan Manchester City Berpotensi Selesaikan Musim dengan Poin Sama