Bupati Bogor, Rudy Susmanto, memimpin rapat evaluasi untuk memantau progres percepatan pembangunan dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rapat ini difokuskan untuk mengevaluasi perkembangan di lapangan dan merumuskan strategi percepatan yang lebih efektif.
Dalam arahannya, Bupati Rudy menekankan kriteria penting untuk mensukseskan program ini. Ia menyoroti perlunya tata kelola aset dan administrasi yang transparan dan akurat sebagai kunci utama. Hal ini dinilai penting agar proses pembangunan dapur MBG dapat berjalan lancar tanpa kendala yang berarti.
"Program Makan Bergizi Gratis ini adalah program prioritas nasional. Pelaksanaannya harus serius, didukung administrasi yang lengkap, dan menerapkan mekanisme penggunaan bahan baku yang tepat. Pengawasan ketat mutlak diperlukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," tegas Rudy Susmanto.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, memaparkan data terbaru pelaksanaan program. Saat ini, terdapat 288 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di wilayah Kabupaten Bogor. Sebanyak 195 SPPG di antaranya telah mengikuti Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji (PKPSS).
"Keikutsertaan dalam pelatihan ini telah mencakup seluruh pegawai SPPG secara merata, dengan rata-rata 47 pegawai per SPPG. Kabupaten Bogor berhasil mencapai partisipasi 100% dari seluruh pegawai yang terdaftar," jelas Fusia.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa inspeksi lapangan oleh petugas Puskesmas telah dilakukan di 163 SPPG. Pemeriksaan ini mencakup aspek kebersihan area dapur, kualitas air yang digunakan, serta kelayakan fasilitas penyajian makanan. Meski demikian, dari total 288 SPPG, baru 35 unit yang berhasil meraih Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
"Pencapaian penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) saat ini masih berada pada angka 12,6% dari total SPPG. Kami mendorong dan menghimbau semua SPPG untuk segera melengkapi seluruh persyaratan yang diperlukan agar target sertifikasi dapat tercapai secara optimal," tambahnya.
Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor terus berkomitmen dan berupaya maksimal dalam meningkatkan kualitas program MBG. Langkah-langkah percepatan dan sertifikasi ini merupakan bagian dari komitmen untuk memastikan bahwa makanan yang disajikan bagi para penerima manfaat, terutama peserta didik, memenuhi standar gizi dan keamanan pangan yang terbaik.
Artikel Terkait
Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 6 Kilometer
Kapolres Depok Siapkan Pesantren Kilat untuk Remaja Nakal Selama Ramadan
Jasa Marga Luncurkan Travoy Go, Sistem RFID untuk Antisipasi Antrean Mudik 2026
BSI Tambah 9 Juta Nasabah dalam 5 Tahun, Targetkan Masuk 5 Besar Global