Masyarakat sipil dari berbagai negara menggelar aksi protes di depan gedung konferensi COP30 Brasil. Aksi ini menyoroti kegagalan dunia dalam menekan emisi karbon dan mengecam solusi iklim yang dianggap palsu.
Berdasarkan pantauan di lokasi, massa telah berkumpul dan berorasi di Hangar Centro de Convencoes da Amazonia pada Selasa (11/11) pagi. Para pengunjuk rasa secara tegas mengkritik berbagai negara yang dinilai terus meningkatkan produksi emisi, alih-alih mengambil langkah serius untuk menguranginya.
Seorang aktivis lingkungan asal India dari Friends of The Earth International, Kirtana Chandrasekaran, menyampaikan protesnya. Ia menyatakan bahwa perusahaan bahan bakar fosil diizinkan untuk terus menghasilkan emisi, dengan dalih akan mengimbanginya melalui penanaman pohon. Menurutnya, praktik ini justru sering kali mengakibatkan perampasan tanah dari masyarakat adat dan merupakan sebuah mitos belaka.
Kirtana lebih lanjut menegaskan bahwa mekanisme pasar karbon yang telah berjalan selama sepuluh tahun terakhir adalah sebuah kegagalan spektakuler. Ia mengutip data yang menyebutkan bahwa hampir 90% kredit karbon dari hutan tropis terbukti palsu dan tidak nyata.
Ia menekankan bahwa kehadiran mereka dalam aksi tersebut bertujuan untuk menyuarakan bahwa pasar karbon serta berbagai solusi semu lainnya yang ditawarkan dalam forum COP30 tidak akan mampu menyelesaikan krisis iklim yang sedang dihadapi dunia.
Artikel Terkait
Perundingan AS-Iran di Islamabad Buntu, Nasib Gencatan Senjata Dipertanyakan
Ayah Tunanetra di Boyolali Hidupi Anak dari Jualan Cilok, Anak Kedua Dapat Sekolah Gratis
Higgs Games Indonesia Gelar Turnamen Domino Rp200 Juta di Surabaya 2026
Pria Tak Dikenal Ditemukan Tewas dengan Luka Leher di Sungai Mrican Jombang