Rencana Pembangunan Museum Marsinah di Nganjuk: Lokasi, Penggagas & Tujuannya

- Senin, 10 November 2025 | 21:25 WIB
Rencana Pembangunan Museum Marsinah di Nganjuk: Lokasi, Penggagas & Tujuannya
Rencana Pembangunan Museum Marsinah di Nganjuk | Gelar Pahlawan Nasional

Rencana Pembangunan Museum Marsinah di Nganjuk Menguat

Keluarga aktivis buruh legendaris, Marsinah, mengungkap adanya wacana untuk membangun Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Inisiatif pembangunan museum ini disebut berasal dari Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea.

Hal ini diungkapkan langsung oleh kakak kandung Marsinah, Marsini. Dalam kesempatan tersebut, Marsini juga mengundang Kapolri Jenderal Polisi Sigit Prabowo dan Andi Gani Nena Wea untuk berziarah ke makam Marsinah di Nganjuk.

Andi Gani Nena Wea membenarkan kabar rencana pendirian museum tersebut. Meski masih dalam tahap pembicaraan internal di kalangan pekerja, ia menegaskan bahwa museum itu nantinya akan menceritakan perjalanan hidup dan perjuangan Marsinah, termasuk berbagai sisi yang belum banyak terungkap oleh publik.

Lokasi yang direncanakan untuk pembangunan Museum Marsinah adalah di area rumah nenek Marsinah. Tujuannya adalah untuk mengenang dan menghormati segala jasa serta perjuangannya dalam memperjuangkan hak-hak pekerja, termasuk bagaimana ia menghadapi berbagai tekanan pada masanya.

Andi Gani, yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Kapolri bidang Ketenagakerjaan, menegaskan bahwa figur Marsinah merupakan simbol nyata keberanian pekerja dalam menyuarakan hak-haknya. Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah diharapkan dapat mendorong pengungkapan tragedi yang menimpanya secara lebih transparan.

Sebagai informasi, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi telah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada mendiang Marsinah. Gelar ini diserahkan dalam sebuah upacara di Istana Negara bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.

Marsinah dikenal sebagai ikon pergerakan hak-hak buruh Indonesia. Ia ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tragis pada tahun 1993, tidak lama setelah memimpin aksi protes untuk memperjuangkan hak-hak rekan kerjanya di Sidoarjo. Kini, perjuangannya diabadikan melalui gelar Pahlawan Nasional.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar