Prabowo Buka Suara Soal Polemik Whoosh: Saya yang Bertanggung Jawab

- Rabu, 05 November 2025 | 08:15 WIB
Prabowo Buka Suara Soal Polemik Whoosh: Saya yang Bertanggung Jawab
Prabowo Buka Suara Soal Polemik Whoosh: Saya yang Bertanggung Jawab

Prabowo Buka Suara Soal Polemik Whoosh: "Saya yang Bertanggung Jawab"

Presiden Prabowo Subianto akhirnya menyampaikan pernyataan resmi mengenai polemik pendanaan kereta cepat Jakarta-Bandung Whoosh. Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan dirinya yang akan bertanggung jawab penuh dan meminta masalah ini tidak dipolitisasi.

Pernyataan ini disampaikan usai peresmian revitalisasi Stasiun KRL Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Selasa (4/11/2025). Berikut adalah poin-poin penting pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait masalah Whoosh.

Prabowo Ambil Alih Tanggung Jawab Penuh atas Masalah Whoosh

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa masalah kereta cepat Jakarta-Bandung Whoosh merupakan tanggung jawab pemerintah, dan secara khusus menjadi tanggung jawabnya sebagai Presiden. Ia menekankan bahwa transportasi publik seperti Whoosh tidak boleh hanya dinilai dari segi untung rugi semata.

"Teknologi, semua sarana itu tanggung jawab bersama dan itu di ujungnya tanggung jawab Presiden Republik Indonesia. Jadi saya sekarang tanggung jawab Whoosh," tegas Prabowo.

Pernyataan ini disampaikan dalam konteks investigasi yang sedang dilakukan oleh KPK terkait dugaan korupsi dalam pengerjaan proyek kereta cepat Whoosh.

Prabowo Minta Publik Fokus pada Manfaat Whoosh, Bukan Untung Rugi

Prabowo lebih lanjut menekankan bahwa esensi dari transportasi publik adalah kemanfaatan untuk rakyat, bukan perhitungan finansial semata. Menurutnya, hal ini merupakan bagian dari kewajiban pelayanan publik atau public service obligation.

"Whoosh itu, semua public transport di seluruh dunia itu, jangan dihitung untung-untung, rugi-rugi, nggak. Hitung manfaat nggak untuk rakyat, di seluruh dunia begitu. Itu namanya public service obligation," tutur Prabowo.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah memberikan subsidi besar, yaitu sebesar 60 persen, untuk operasional kereta api. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak terbebani dengan harga tiket yang mahal.

"Ada yang menyarankan, tadi disampaikan oleh Menteri Perhubungan, semua kereta api kita pemerintah subsidi 60 persen, rakyat bayar 20 persen, ya ini kehadiran negara, ini kehadiran negara. Dari mana uang itu? Uang itu dari uang rakyat, uang itu dari pajak, uang itu dari kekayaan negara," jelasnya.

Prabowo Tegaskan Pentingnya Cegah Kebocoran dan Korupsi

Di akhir pernyataannya, Presiden Prabowo menekankan komitmennya untuk mencegah penyelewengan dana rakyat. Ia menyatakan bahwa uang rakyat harus dikembalikan dalam bentuk pelayanan yang optimal dan tidak boleh ada yang bocor atau dicuri.

"Makanya kita harus mencegah semua kebocoran. Kita sungguh-sungguh harus hentikan penyelewengan dan korupsi. Uang rakyat tidak boleh dicuri, karena akan kita kembalikan kepada pelayanan untuk rakyat," pungkas Presiden Prabowo Subianto.

Komentar