Pengajuan penambahan rangkaian KRL sebelumnya telah disampaikan oleh Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin. Setiap satu rangkaian KRL baru membutuhkan dana sekitar 9 juta dolar AS. Dengan total kebutuhan 30 rangkaian, anggaran yang diperlukan mencapai Rp 4,8 triliun.
Namun Presiden Prabowo justru mengalokasikan dana lebih besar menjadi Rp 5 triliun untuk memastikan program pengadaan berjalan optimal. "Saya setujui. Bahkan saya alokasi, bahkan beliau ajukan 4,8 T, saya setujui. Tidak, tidak 4,8 T. 5 T saya setujui!" tegas Prabowo.
Dampak Positif bagi Masyarakat Pengguna KRL
Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kenyamanan layanan KRL Jabodetabek yang saat ini menjadi tulang punggung transportasi publik bagi jutaan warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Penambahan 30 rangkaian baru akan signifikan mengurangi kepadatan dan meningkatkan frekuensi perjalanan.
Presiden menegaskan komitmennya dengan menyatakan, "Kalau untuk rakyat banyak, saya tidak ragu-ragu. Uangnya kita hemat tapi kepentingan rakyat di atas segala kepentingan."
Artikel Terkait
Serial Harry Potter HBO Tayang Perdana Natal 2026, Tampilkan Adegan Ikonik
Tol Cipali Berlakukan Sistem Satu Arah untuk Antisipasi Arus Balik Lebaran
F1 Jepang dan MotoGP AS Ramaikan Akhir Pekan, Veda Ega Pratama Turun di Moto3
Ekonom: Prabowo Hidupkan Kembali Soemitronomics untuk Wujudkan Ekonomi Pancasila