Rafael dari SMAN 12 Jakarta menambahkan, KJP Try Out sangat membantu siswa yang belum mampu menjangkau fasilitas belajar tambahan. "Ada sekolah yang fasilitasnya kurang memadai, dengan KJP Try Out ini sangat membantu," paparnya.
Dukungan dari Tenaga Pendidik
Guru SMAN 103 Jakarta, Meto Firmansyah, menilai program ini sebagai langkah strategis meningkatkan mutu pendidikan. "Kita memiliki banyak potensi di kalangan bawah yang difasilitasi provinsi. Ini gambaran bagaimana peserta KJP dapat bersaing dengan peserta didik lain," ungkapnya.
Jadwal dan Mekanisme KJP Try Out
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menjelaskan try out ini bagian dari Program Kerja Bidang Pendidikan bagi penerima KJP. Program dilaksanakan dalam lima periode dari Oktober 2025 hingga Februari 2026, diikuti 3.304 siswa dari 40 SMA negeri di Jakarta Timur.
Materi yang diujikan meliputi Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Literasi. Sebanyak 20 siswa terbaik akan mendapat bimbingan intensif dari tim guru Naiju sebagai penghargaan atas kerja keras mereka.
Program KJP Try Out diharapkan memberikan kesempatan belajar setara dan adil bagi semua siswa, termasuk dalam menghadapi UTBK untuk masuk perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Artikel Terkait
Sepucuk Surat untuk Mama: Bocah 10 Tahun di Ngada Gantung Diri Diduga karena Tak Dibeli Buku
Surat Pilu untuk Ibu: Tragedi Anak Ngada yang Tak Bisa Beli Alat Tulis
Indonesia Dapat Lahan Eksklusif 60 Hektar di Dekat Kabah, Dilengkapi Terowongan ke Masjidil Haram
Sepucuk Surat untuk Mama Reti: Kisah Pilu Bocah SD di Ngada yang Tak Sempat Beli Buku Tulis