Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, melancarkan kritik pedas terhadap pemerintahan Donald Trump. Dalam pidato kampanyenya, Obama menyoroti berbagai kebijakan kontroversial Trump yang dinilainya merugikan Amerika.
Obama Sebut Amerika Dalam Masa Gelap di Bawah Kepemimpinan Trump
Menurut Obama, Amerika Serikat sedang mengalami masa suram dan penuh kesulitan. Pernyataan ini disampaikannya saat berkampanye untuk kandidat Partai Demokrat di Old Dominion University, Norfolk, Virginia. Obama secara terbuka menyerukan kepada para pemilih untuk menolak apa yang disebutnya sebagai tindakan tanpa hukum dan kecerobohan pemerintahan Trump.
"Terus terang saja, negara dan kebijakan kita sedang berada di masa yang cukup gelap saat ini," ujar Obama. "Setiap hari, Gedung Putih menyuguhkan paket baru dari tindakan tanpa hukum, kecerobohan, sikap kejam, dan kegilaan," tambahnya.
Kritik Obama Terhadap Kebijakan Tarif dan Pengerahan Pasukan Trump
Obama secara khusus mengecam kebijakan tarif Trump yang dinilai kacau balau serta pengerahan pasukan Garda Nasional ke kota-kota di AS. Dia juga mengkritik Partai Republik di Kongres karena dianggap gagal mengendalikan Trump meski mengetahui tindakannya sudah melampaui batas.
Dalam acara kampanye di Newark, New Jersey, Obama menggunakan analogi Halloween untuk menggambarkan situasi under Trump. "Seolah setiap hari Halloween, tapi semuanya tipu muslihat, tanpa ada hal yang menyenangkan," sindirnya.
Sindiran Obama Atas Renovasi Gedung Putih di Masa Trump
Tak ketinggalan, Obama juga menyindir kebijakan Trump merenovasi sebagian Gedung Putih di tengah penutupan pemerintahan federal. "Dia fokus pada isu penting seperti menutup halaman Rose Garden dengan aspal dan membangun ballroom senilai 300 juta dolar," imbuhnya dengan nada satire.
Artikel Terkait
Wanita Tewas Ditikam Mantan Pacar di Sorong, Motif Diduga Kecemburuan
23 Warga Sipil Tewas dalam Serangan Udara Israel di Gaza Tengah Gencatan Senjata
Bareskrim Amankan Lima Orang dalam Peredaran Gelap Cytotec di Bogor
Megawati Bangga Jadi Juri, NU-Muhammadiyah Raih Penghargaan Perdamaian Global