Budidaya Nila Salin di Karawang: Terobosan Ekspor & Ekonomi Biru KKP
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, meresmikan lokasi percontohan Budidaya Ikan Nila Salin (BINS) di Karawang, Jawa Barat. Inovasi budidaya ikan nila salin ini menjadi strategi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk merevitalisasi tambak tradisional menjadi modern dengan orientasi ekspor.
Dukungan untuk Generasi Muda dan Ekonomi Biru
Program BINS diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru, khususnya bagi generasi muda. Trenggono menegaskan, modeling di Karawang menjadi contoh nyata penerapan ekonomi biru pembangunan kelautan dan perikanan yang ramah lingkungan, inklusif, dan berkelanjutan.
Dukungan Publik Figur untuk Gaet Generasi Muda
Kunjungan ini juga dihadiri oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, bersama rekan-rekannya dari The Dudas-1: Ariel Noah, Gading Marten, dan Desta. Keterlibatan mereka diharapkan dapat menjadi jembatan untuk mengenalkan konsep budidaya modern dan ekonomi biru kepada kaum muda dengan cara yang kreatif.
Produktivitas Tambak Meningkat Drastis
Menurut Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu, penerapan teknologi di BINS Karawang mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan. Dari sebelumnya hanya 0,6 ton per hektare per siklus, kini bisa mencapai 80 ton per hektare per siklus.
Keunggulan dan Pasar Ikan Nila Salin
Ikan nila salin dipilih karena keunggulannya: mampu hidup di air payau (salinitas hingga 20 ppt), pertumbuhan cepat, tahan penyakit, dan memiliki pasar luas. Permintaan global ikan tilapia (nila) diproyeksikan mencapai 8,9 juta ton pada 2030. Indonesia saat ini adalah produsen tilapia terbesar kedua di dunia dan eksportir terbesar ketiga.
Target Produksi dan Penyerapan Tenaga Kerja
Kawasan BINS Karawang seluas 230 hektare ditargetkan dapat memproduksi 11.150 ton ikan per tahun dengan produktivitas 84 ton per hektare per tahun. Proyek ini juga diproyeksikan membuka 500 lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Dengan sistem pengelolaan modern yang dilengkapi Intake Air Laut dan Tawar serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), BINS Karawang menjadi bukti komitmen KKP dalam mewujudkan ketahanan pangan, pemerataan ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Artikel Terkait
Anies Baswedan: Guru yang Tanamkan Nilai dan Etika Tak Tergantikan AI
WHO Konfirmasi Wabah di Kapal Pesiar MV Hondius Akibat Virus Andes yang Langka
Serangan Israel Tewaskan Komandan Senior Pasukan Radwan Hizbullah di Beirut
BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sebagian Besar Wilayah Indonesia pada 6-8 Mei 2026