Presiden Prabowo menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap meningkatnya ketegangan global dan menurunnya rasa saling percaya antarnegara. Menurutnya, kondisi ini dapat membahayakan stabilitas ekonomi dunia.
Prabowo menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tidak inklusif hanya akan menciptakan ketimpangan dan potensi konflik. "Pertumbuhan yang menyingkirkan adalah pertumbuhan yang memecah belah. Perpecahan menciptakan ketidakstabilan, dan ketidakstabilan tidak akan kondusif bagi perdamaian dan kemakmuran," ujarnya.
Seruan Kerja Sama Multilateral
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyerukan pentingnya solidaritas global untuk mengatasi tantangan lintas batas negara. Ia menyoroti bahaya narkotika sebagai ancaman serius terhadap stabilitas dan masa depan bangsa.
"Kita menghadapi tantangan besar, korupsi, penyelundupan, penipuan, dan kita membutuhkan kerja sama di antara komunitas APEC karena penyelundupan antarnegara tidak akan menguntungkan ekonomi kita," tegas Prabowo.
Presiden menekankan bahwa kerja sama multilateral sangat penting untuk memerangi kejahatan lintas negara seperti penyelundupan, pencucian uang, perdagangan manusia, dan narkoba yang merusak fondasi ekonomi dunia.
Artikel Terkait
Waspada, Hujan Lebat Bakal Guyur Jabodetabek Sepanjang Pekan Ini
Pasien Singapura Divonis Penjara Usai Melecehkan Perawat di Kamar Mandi Rumah Sakit
Dari Davos ke Bali: Indonesia Ambil Alih Komando Ekonomi Biru Global
Kota Tua Jakarta Disiapkan untuk Adegan Ledakan Film Korea yang Dibintangi Don Lee dan Lisa BLACKPINK