Fadli Zon menegaskan bahwa perlindungan dan pemajuan kebudayaan merupakan investasi bagi masa depan. "Indonesia percaya bahwa kebudayaan adalah fondasi bagi solidaritas, kesetaraan, dan keberlanjutan global," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (30/10/2025).
Menteri Fadli juga menyoroti pentingnya penghentian perdagangan gelap benda budaya melalui kerja sama internasional dan pemanfaatan teknologi digital untuk melacak asal-usul benda budaya. "Transformasi digital dan kecerdasan buatan harus dikelola secara etis dan transparan agar tidak mengancam hak para pencipta," tambahnya.
Rencana Pembangunan Rumah Budaya Indonesia di Cape Town
Dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Olakraga, Seni, dan Kebudayaan Afrika Selatan H.E. Mr. Gayton McKenzie, disampaikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Rumah Budaya Indonesia di Cape Town. Inisiatif ini menjadi simbol persahabatan kedua negara serta penghormatan terhadap warisan ulama asal Sulawesi Selatan, Syekh Yusuf al-Makassari.
Kehadiran Rumah Budaya Indonesia diharapkan menjadi jembatan pemahaman lintas budaya dan ruang kolaborasi untuk memperkuat hubungan Indonesia-Afrika Selatan.
Komitmen Indonesia dalam Diplomasi Budaya Global
Melalui partisipasi dalam G20 Kebudayaan 2025, Indonesia kembali menegaskan komitmennya bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan fondasi bagi solidaritas global, inklusi sosial, dan pembangunan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 2,6 Guncang Gunungkidul, Tidak Ada Laporan Kerusakan
Mantan Menag Yaqut Rampung Diperiksa KPK, Status Kembali Sebagai Tahanan
KASBI Desak Pengungkapan Dalang Intelektual di Balik Penyerangan Aktivis Andrie Yunus
Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Catat Rekor Tertinggi