Pemerintah Kota Jakarta Timur bergerak menertibkan para pedagang di pinggir Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, menyusul permintaan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung agar kondisi jalan tersebut dibenahi demi keselamatan pengguna jalan. Langkah penertiban akan dilakukan dalam dua tahap, yakni jangka pendek dan jangka panjang.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, mengatakan penanganan darurat telah dimulai sejak Selasa malam dengan mengerahkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, PPSU, serta aparat kecamatan dan kelurahan. Mereka mendorong para pedagang agar tidak lagi menggunakan badan jalan untuk berjualan. "Untuk penanganan darurat mulai kemarin malam sudah dikerahkan Satpol PP, Dishub, PPSU dan aparat kecamatan dan kelurahan untuk mendorong jualannya agar jangan memakai badan jalan," kata Munjirin saat dimintai konfirmasi, Rabu (19/8/2026).
Salah satu masalah yang disorot adalah permukaan jalan di depan Pasar Kramat Jati yang diduga menjadi licin akibat siraman air dari pedagang ikan. Para pedagang ikan kini diwajibkan menampung air siraman tersebut agar tidak mengalir ke jalan. "Dan khusus untuk pedagang ikan untuk jangan menyiram ikan dengan air yang dibiarkan mengalir ke jalanan, tetapi air siraman wajib untuk ditampung dengan ember atau plastik," ujarnya.
Rencana Jangka Panjang
Untuk solusi yang lebih permanen, Pemkot Jakarta Timur akan menggelar rapat dengan PD Pasar Jaya pada Jumat (21/8) lusa. Rapat tersebut akan membahas rencana memindahkan para pedagang kaki lima ke dalam area Pasar Kramat Jati. "Jangka panjangnya, hari Jumat akan ada rapat di wali kota dengan pihak PD Pasar Jaya, untuk diusahakan para pedagang yang jualannya di pinggir jalan untuk bisa masuk ke dalam area pasar dengan menata kembali pedagang existing agar bisa muat menampung pedagang yang dari pinggir jalan tersebut," jelas Munjirin.
Artikel Terkait
Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu Segera Dibangun untuk Cegah Tawuran
Harga Timun di Jakarta Naik Dua Kali Lipat, Pedagang Kaitkan dengan Program MBG