Video yang memperlihatkan sejumlah mahasiswa baru Universitas Negeri Padang (UNP) berjalan jongkok saat hendak memasuki kampus viral di media sosial. Dalam narasi yang beredar, mereka disuruh oleh seniornya.
Rekaman itu memperlihatkan para mahasiswa baru yang mengenakan seragam hitam putih berjalan jongkok sambil diawasi senior. Mereka juga tampak mengenakan berbagai atribut, mulai dari yang dikalungkan di kepala hingga kertas bertuliskan yang menempel di badan.
Menanggapi video tersebut, Sekretaris UNP Erianjoni menegaskan bahwa aksi itu bukan bentuk perpeloncoan. Menurutnya, kegiatan tersebut hanyalah pemanasan atau peregangan otot sebelum masuk kampus.
"Bukan perpeloncoan, hanya semacam pemanasan, peregangan otot. Biar maba lebih fresh," kata Erianjoni saat dihubungi kumparan, Rabu (19/8).
Ia mengungkapkan, UNP tidak mewajibkan aksi berjalan jongkok tersebut. Tindakan itu merupakan aksi spontan dari sejumlah senior kepada mahasiswa baru.
"Tidak ada kita model gitu, tapi beberapa di prodi. Tujuannya untuk mendidik adik-adik agar disiplin," ungkapnya.
Menurut Erianjoni, selama tidak ada unsur kekerasan, tindakan tersebut masih dianggap wajar. Selama ini, UNP juga tidak pernah menemukan atau menerima laporan adanya mahasiswa baru yang menjadi korban kekerasan.
"Selagi tidak ada kekerasan, masih kita pantau saja. Cuma berjalan jongkok, itu ada hubungan keakraban dan disiplin. Kalau tidak begitu, maba jadi ngantuk, tidur saja mereka. Maka itu diberikan pemanasan," kata dia.
"Selagi tujuan positif, tidak masalah. Sampai sekarang tidak ada laporan, tidak ada unsur kekerasan. Kalau enjoy, tidak masalah," sambung Erianjoni.