Harga timun di sejumlah pasar di Jakarta melonjak hingga dua kali lipat dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan ini terpantau di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, dan Pasar Tebet Timur, Jakarta Selatan, pada Minggu (2/8). Pedagang mengaitkan lonjakan ini dengan dimulainya kembali kegiatan sekolah dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di Pasar Kramat Jati, timun kini dijual dengan harga Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per kilogram. Iis (30), seorang pedagang sayur, mengatakan harga normal timun biasanya hanya Rp 8.000 sampai Rp 10.000 per kilogram. "Timun sekarang Rp 25.000 (per kg), tadinya mah Rp 10.000, Rp 8.000, ada yang jual macam-macam (harganya)," ujarnya.
Iis memperkirakan kenaikan ini dipicu oleh masuknya kembali siswa sekolah dan berjalannya kembali program MBG. Hal serupa juga dirasakan Wiwin (50), pedagang sayur lainnya di pasar yang sama. "Pokoknya semenjak masuk MBG (sekolah), kemarin sempat Rp 25.000 (per kg), udah Rp 20.000 semalam. Harga normalnya biasanya cuma Rp 8.000 sampai Rp 10.000 (per kg)," katanya.
Wiwin juga menyebut harga buncis ikut merangkak naik. Kini buncis dijual hingga Rp 25.000 per kilogram, padahal biasanya hanya Rp 10.000 sampai Rp 15.000. "Paling tinggi timun, buncis kacang panjang. Buncis biasa Rp 15.000, Rp 10.000, sekarang Rp 25.000 (per kg)," tuturnya.
Sementara itu, di Pasar Tebet Timur, Jakarta Selatan, kenaikan harga timun juga terjadi. Lina (41), pedagang sayur di sana, menjual timun dengan harga Rp 30.000 per kilogram. Menurutnya, harga normal timun hanya Rp 12.000. Kenaikan ini, kata Lina, sudah berlangsung sejak program MBG kembali dijalankan di sekolah-sekolah. "Rp 30.000 (per kg), normalnya itu Rp 12.000, dua kali lipat. Dari pas mau masuk sekolah itu, dua mingguan lebih," jelasnya.
Tak hanya timun, harga buncis di kios Lina juga naik signifikan menjadi Rp 40.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 20.000. Pedagang lain di pasar yang sama, Ms (65), membenarkan kenaikan harga timun dan buncis. "Timun dari Rp 10.000 (per kg) jadi Rp 20.000, Rp 25.000 per kg. Buncis biasanya Rp 15.000 sekarang Rp 25.000 sampai Rp 30.000 per kg. Sudah berapa hari, dua minggu lebih hampir sebulan," ungkapnya.
Artikel Terkait
BGN Klarifikasi Tunggakan Rp1,6 Triliun dan Wacana Dewan Pengawas
BGN Hentikan Sementara Operasional Dapur MBG di Semarang Usai 707 Orang Diduga Keracunan
Putusan MK soal Anggaran MBG: Siasat di Balik Pos Pendidikan
Ratusan Siswa SMKN 6 Semarang Diduga Keracunan, Dapur MBG Dihentikan Sementara