Kejaksaan Agung memastikan proses etik terhadap mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah baru akan berjalan setelah perkara pidananya berkekuatan hukum tetap. Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Rudi Margono menyatakan hal tersebut menanggapi status Febrie yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dan pencucian uang terkait ASABRI.
"Iya (proses etik menunggu pidananya selesai)," ujar Rudi kepada wartawan di Gedung Utama Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).
Febrie Adriansyah sebelumnya telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Jampidsus tak lama setelah kediamannya digeledah polisi. Perkara yang menjeratnya kini tidak ditangani oleh Jampidsus, melainkan oleh tim khusus bernama Tim 9 yang dikoordinasikan langsung oleh Jamwas.
Meski berstatus tersangka dan dinonaktifkan dari jabatan struktural, Febrie secara administratif masih tercatat sebagai jaksa. Namun, Rudi tidak merinci posisi penugasan terkini Febrie. "(Ditugaskan) di Kejaksaan Republik Indonesia," katanya singkat.
Artikel Terkait
Polri Pastikan Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah Sah Secara Hukum
Kejagung: Trading in Influence Bukan Pasal, tapi Modus Dugaan Korupsi Jampidsus
Bareskrim: Penggeledahan dan Penyitaan di Kasus Febrie Sesuai Prosedur
Kejagung Nilai Eks Jampidsus Febrie Tak Sesuai Fakta Saat Diperiksa