Seorang penumpang perempuan bus MTrans tujuan Malang-Denpasar menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh kernet bus berinisial AM. Perusahaan langsung mengambil tindakan tegas dengan memecat pelaku.
Peristiwa itu dialami oleh penumpang berinisial R pada Sabtu (11/7) malam. Saat bus mulai melaju pukul 19.20 WIB, seorang kru bus mengirimkan pesan WhatsApp kepada R dan menawarkan bantuan untuk merebahkan sandaran kursi agar ia bisa tidur lebih nyaman.
Karena mengira itu bagian dari pelayanan bus, R menyetujui tawaran tersebut. Ia kemudian tertidur dengan tubuh tertutup selimut rapat. Namun, kernet itu tiba-tiba duduk di kursi kosong di sebelahnya, mengambil selimut yang digunakan R sebagai bantal, dan mulai melakukan tindakan cabul.
Human Resources Development (HRD) MTrans, Jhony Sasongko, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap AM yang merupakan mitra MTrans. Ia menegaskan langkah ini merupakan komitmen manajemen.
"Karena memang melanggar etika kerja juga di perjanjian awal. Bahwasanya kalau ada kru maupun staf kami yang melanggar etika kerja dan itu bisa tergolong berat, kami mengambil tindakan tegas seperti itu," ujar Jhony ditemui di kantornya.
Artikel Terkait
Bareskrim Tetapkan Pelatih Panjat Tebing sebagai Tersangka Pelecehan Seksual terhadap Lima Atlet Putri
Guru Honorer di Labuhanbatu Utara Jadi Terdakwa Pelecehan Murid
Pria di Pandeglang Diciduk Usai Cabuli Anak Tiri, Aksi Terbongkar Saat Istri Pulang dari Pasar
Turis China di Lovina Alami Pelecehan, Desa Minta Maaf dan Bina Pelaku