Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten mencatat adanya pembatalan pesanan kamar hotel di kawasan Pantai Anyer imbas erupsi Gunung Anak Krakatau. Meski demikian, jumlahnya disebut tidak signifikan dan kondisi wisata tetap ramai.
Bendahara PHRI Banten, Herlina, mengatakan misinformasi yang beredar membuat sebagian calon wisatawan khawatir. "Karena terlalu dibesar-besarkan oleh beberapa informasi yang tidak jelas, ya akhirnya kurang lebih berdampak juga terhadap tamu yang sudah booking di Pantai Anyer ini," ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Ia mengungkapkan, beberapa hotel melaporkan pembatalan meski tamu sudah membayar uang muka. "Informasi dari teman-teman ada beberapa hotel yang membatalkan booking-annya, walaupun udah DP," katanya.
Herlina menambahkan, ada pula pengunjung yang mengubah jadwal dan menunggu kondisi Gunung Anak Krakatau dianggap aman. Padahal, menurutnya, pantai di Anyer tetap aman meski gunung sedang erupsi. "Ada yang ganti tanggal, jadi cari yang ini katanya kalau udah aman. Padahal kan emang udah aman, emang aman gitu, walaupun emang erupsi ya. Tapi, kan itu jauh di sana. Ada itu (material erupsi) juga jatuhnya ke laut," jelasnya.
Meski ada pembatalan, Herlina memastikan jumlahnya tidak sampai 10 persen dari total pemesanan. "Saya lihat ya, selama liburan ini oke aja, ramai aja semuanya," ujarnya.
Potensi Tsunami Kecil
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Anggi Nuryo Saputro, mengatakan potensi tsunami saat ini berbeda dengan peristiwa 2018. Tsunami saat itu dipicu longsoran tubuh gunung yang menyebabkan ketinggiannya turun dari sekitar 338 meter di atas permukaan laut (mdpl) menjadi sekitar 157 mdpl.
"Kalau kemarin sih dari ahli yang di Bandung katanya sih untuk potensinya kan beda sama waktu 2018 ya. Tahun 2018 kan ketinggiannya 330 sekianlah. Sekarang kan 157. Jadi kalau untuk ancaman potensi tsunaminya, kata yang di Bandung, tidak seperti yang 2018," ucap Anggi. Ia menegaskan potensi tsunami saat ini kecil.
Saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih Level III atau Siaga. Aktivitas erupsi bersifat fluktuatif. "Kadang naik, kadang turun. Untuk hari ini belum ada letusan. Kemarin tujuh," katanya.
Artikel Terkait
BPBD Banten Fokus Antisipasi Tsunami Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau
Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Siaga, Bupati Imbau Warga Jauhi Radius Bahaya
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Asap Hitam Membumbung hingga 200 Meter
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Membumbung 150 Meter