FIFA Buka Suara soal Kontroversi Wasit Argentina vs Mesir, Collina Bela Integritas Perangkat Pertandingan

- Kamis, 09 Juli 2026 | 19:30 WIB
FIFA Buka Suara soal Kontroversi Wasit Argentina vs Mesir, Collina Bela Integritas Perangkat Pertandingan

Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) secara resmi meminta FIFA mengevaluasi wasit Francois Letexier dan seluruh tim asistennya setelah laga Argentina vs Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Namun, FIFA menegaskan bahwa penunjukan wasit sepenuhnya berada di bawah kewenangan Komite Wasit FIFA dan tidak ada federasi yang bisa memveto.

Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, angkat bicara menanggapi berbagai tuduhan yang berkembang. Ia menegaskan bahwa integritas ofisial pertandingan Piala Dunia tidak boleh diragukan.

"Tidak ada yang dapat meragukan integritas ofisial pertandingan Piala Dunia FIFA. Tuduhan yang tidak berdasar justru berpotensi memicu ancaman terhadap mereka dan keluarga," ujar Collina, dikutip dari situs resmi FIFA, Kamis (9/7/2026).

Collina menambahkan bahwa proses pengambilan keputusan soal penugasan wasit dilakukan secara independen, tanpa campur tangan pihak mana pun, termasuk Presiden FIFA. Setiap wasit selalu berusaha mengambil keputusan secara profesional, objektif, dan jujur, sebagaimana pemain dan pelatih memberikan penampilan terbaik mereka.

Meski demikian, performa Letexier tetap akan dievaluasi secara menyeluruh, termasuk analisis rekaman pertandingan dan laporan pengawas. Hasil evaluasi itu akan menjadi dasar FIFA dalam menentukan penugasan wasit pada fase berikutnya. Selain faktor performa, netralitas juga dipertimbangkan: jika Prancis melaju lebih jauh, wasit berkebangsaan Prancis seperti Letexier atau Clement Turpin berpotensi tidak lagi memimpin pertandingan.

Penjelasan FIFA soal VAR

FIFA juga kembali menjelaskan mekanisme Video Assistant Referee (VAR), terutama saat meninjau Attacking Possession Phase (APP) sebelum gol. Seluruh gol selalu diperiksa VAR; jika ditemukan pelanggaran yang berhubungan langsung dengan gol, VAR dapat merekomendasikan on-field review.

"Tidak ada batasan yang ditetapkan mengenai jarak dari gawang maupun rentang waktu antara insiden dan terjadinya gol," jelas Collina.

Salah satu momen yang menjadi perhatian adalah ketika Marwan Attia menginjak kaki Lisandro Martinez. Collina menegaskan, "Kami berpendapat bahwa pelanggaran tetaplah pelanggaran. Terlepas dari apakah pelanggaran tersebut tampak jelas atau tidak, jika wasit tidak melihatnya di lapangan, VAR dapat melakukan intervensi."

Namun, FIFA juga menekankan bahwa tidak semua benturan fisik otomatis dianggap pelanggaran. Contohnya, dalam duel Mohamed Salah dan Julian Alvarez, FIFA menilai bek lebih dahulu memainkan bola sehingga kontak setelahnya masih wajar.

Permintaan mencoret wasit dari turnamen bukan hal baru. Pada Piala Dunia 2002, Italia pernah memprotes keras wasit Byron Moreno usai tersingkir dari Korea Selatan. Moreno tidak lagi mendapat penugasan hingga turnamen berakhir, meski tidak pernah diumumkan didiskualifikasi.

FIFA menegaskan bahwa evaluasi terhadap perangkat pertandingan selalu didasarkan pada kualitas kepemimpinan dan aspek teknis, bukan karena tekanan dari federasi atau tim peserta.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags