Lampung Raih Tiga Penghargaan Ekonomi Syariah Nasional

- Selasa, 07 Juli 2026 | 09:20 WIB
Lampung Raih Tiga Penghargaan Ekonomi Syariah Nasional

Pemerintah Provinsi Lampung berhasil membawa pulang tiga penghargaan dalam Malam Anugerah Adinata Syariah 2026 dan Apresiasi Mitra Pendukung Ekonomi Syariah 2026. Penghargaan diserahkan di Auditorium Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2026), sebagai pengakuan atas komitmen daerah dalam mengembangkan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menerima langsung penghargaan tersebut. Dalam ajang yang digelar Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) itu, Lampung meraih Peringkat Kelima Kategori Pertumbuhan Pelaku Usaha Bersertifikasi Halal, Penghargaan Kategori Nilai Ekspor Halal, dan Kategori Khusus The New Emerging Sharia Economic Region.

Penghargaan untuk kategori pertama diserahkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, kategori kedua oleh Menteri UMKM Maman Abdurrahman, dan kategori khusus oleh Direktur Eksekutif KNEKS Salahudin Al Ayyubi. Capaian ini menjadi bukti nyata upaya Pemprov Lampung memperkuat sektor ekonomi syariah melalui pengembangan industri halal, peningkatan jumlah pelaku usaha bersertifikasi halal, serta penguatan daya saing produk daerah.

Wakil Presiden RI ke-13 KH. Ma'ruf Amin, yang juga dikenal sebagai Bapak Ekonomi Syariah Indonesia, menegaskan bahwa pembangunan ekonomi syariah bukan sekadar memperbesar aset atau lembaga keuangan syariah. "Jangan hanya mengejar pertumbuhan yang memperbesar angka statistik, tetapi juga memperbesar manfaat yang dirasakan masyarakat. Itulah hakikat pembangunan ekonomi syariah," ujarnya dalam keterangan, Selasa (7/7/2026).

Menurut Ma'ruf, keberhasilan ekonomi syariah harus diukur dari manfaat nyata seperti pengurangan kemiskinan, perluasan lapangan kerja, pemberdayaan UMKM, dan penguatan industri halal. Ia mengapresiasi Anugerah Adinata Syariah sebagai instrumen untuk mendorong pemerintah daerah berinovasi.

Ma'ruf juga mengungkapkan bahwa posisi Indonesia dalam pengembangan ekonomi syariah dunia saat ini berada di peringkat keempat. "Saya berharap Anugerah Adinata Syariah menjadi gerakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan sehingga Indonesia tidak hanya kembali ke peringkat tiga, tetapi mampu menjadi nomor satu dunia dalam ekonomi dan keuangan syariah," katanya.

Salahudin Al Ayyubi menambahkan, ekonomi dan keuangan syariah kini menjadi bagian integral dari strategi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Peran pemerintah daerah dinilai strategis dalam memperkuat ekosistem yang inklusif dan berdaya saing. "Penghargaan ini tidak hanya menilai capaian administratif, tetapi juga dampak nyata terhadap penguatan industri halal, keuangan syariah, literasi, inklusi, kelembagaan, serta inovasi kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Penilaian Anugerah Adinata Syariah 2026 dilakukan secara objektif, komprehensif, dan akuntabel berdasarkan aspek kepemimpinan, inovasi, serta karya nyata pemerintah daerah. Prestasi Lampung diharapkan memperkuat langkah dalam memperluas pengembangan ekonomi syariah, meningkatkan daya saing produk halal, mendorong pertumbuhan UMKM, serta memperkuat kontribusi sektor halal terhadap pembangunan ekonomi daerah dan nasional.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags