Jawa Tengah Borong Enam Penghargaan Ekonomi Syariah Nasional

- Selasa, 07 Juli 2026 | 09:10 WIB
Jawa Tengah Borong Enam Penghargaan Ekonomi Syariah Nasional

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meraih enam penghargaan sekaligus dalam Anugerah Adinata Syariah 2026 yang digelar Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bekerja sama dengan CNN Indonesia. Penghargaan diterima Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang mewakili Gubernur Ahmad Luthfi pada malam penganugerahan di Auditorium Bank Mega, Jakarta, Senin (6/7).

Jawa Tengah berhasil menjadi juara pertama untuk kategori Keuangan Mikro Syariah. Selain itu, provinsi ini meraih juara kedua untuk kategori Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) serta kategori Wakaf. Adapun juara ketiga diraih untuk kategori Pertumbuhan Pelaku Usaha Bersertifikasi Halal dan kategori Ekonomi Pesantren, serta juara keempat untuk kategori Pariwisata Ramah Muslim.

Taj Yasin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini membangun ekosistem ekonomi syariah di Jawa Tengah, mulai dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Tengah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

"Penghargaan ini bukan siapa yang menang, akan tetapi bagaimana upaya kita membangun ekonomi syariah ramah muslim di Indonesia yang populasi mayoritas muslimnya terbesar di dunia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, raihan tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk memperkuat pengembangan ekonomi syariah, karena tema pembangunan Jawa Tengah pada 2027 adalah 'Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi'.

Ia mengatakan salah satu pekerjaan rumah yang kini menjadi fokus Pemprov adalah mewujudkan kawasan industri halal di Jawa Tengah. "Ini sebagai lecutan buat kita. Kita masih punya pekerjaan rumah, bahwa di Jawa Tengah belum ada kawasan industri halal," katanya.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu mengungkapkan, pembahasan mengenai kawasan industri halal sudah memasuki tahap awal. Sejumlah pengelola kawasan industri telah memaparkan konsep yang akan dikembangkan. Dalam waktu dekat akan dilakukan pembahasan lanjutan untuk menentukan lokasi maupun skema pengembangannya.

"Kami mendukung dan mendorong pertumbuhan ekonomi syariah, khususnya adanya kawasan industri halal di Jawa Tengah. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera terealisasi," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan rencana tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur Ahmad Luthfi dan mendapat dukungan penuh. Keberadaan kawasan industri halal diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi syariah sekaligus meningkatkan daya saing Jawa Tengah.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden RI ke-13 Ma'ruf Amin mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi syariah tidak semata mengejar besarnya aset ataupun pertumbuhan industri keuangan syariah. Yang lebih penting adalah menghadirkan nilai keadilan, kemaslahatan, keseimbangan, dan keberkahan dalam aktivitas ekonomi.

Bapak Ekonomi Syariah itu menyebut perkembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional terus menunjukkan tren positif. Hingga Maret 2026, total aset syariah mencapai Rp10.542 triliun atau tumbuh 10,6 persen secara tahunan, melampaui pertumbuhan sektor keuangan nasional. Namun, menurutnya, pertumbuhan tersebut harus dibarengi pemerataan manfaat bagi masyarakat.

"Jangan hanya kita mengejar pertumbuhan, tapi juga pemerataan. Jangan hanya memperbesar angka statistik, tetapi juga memperbesar manfaat yang dirasakan masyarakat," katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif KNEKS Sholahudin Al Aiyubi mengatakan Anugerah Adinata Syariah menjadi bentuk apresiasi sekaligus instrumen untuk mendorong inovasi dan kolaborasi pemerintah daerah dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Menurutnya, penghargaan tersebut tidak hanya menilai capaian administratif, tetapi juga dampak nyata terhadap penguatan rantai nilai halal, industri keuangan syariah, keuangan sosial syariah, literasi dan inklusi, hingga inovasi kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia berharap semakin banyak daerah menjadikan penghargaan tersebut sebagai pemicu lahirnya praktik-praktik terbaik dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. "Harapan kami, Anugerah Adinata Syariah menjadi katalis lahirnya semakin banyak daerah yang mampu menjadi model pembangunan ekonomi syariah," pungkasnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags