Indonesia Mulai Proses Aksesi CPTPP, Target Jadi Anggota Penuh pada 2027

- Jumat, 03 Juli 2026 | 12:35 WIB
Indonesia Mulai Proses Aksesi CPTPP, Target Jadi Anggota Penuh pada 2027

Pemerintah Indonesia resmi memulai langkah awal menuju keanggotaan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). Dalam pertemuan Komisi CPTPP ke-10 pada 26 Juni 2026, para menteri negara anggota menyepakati diskusi persiapan bersama Indonesia, Filipina, dan Uni Emirat Arab. Tahapan ini menjadi pintu masuk sebelum pembentukan Accession Working Group yang akan membawa Indonesia menuju keanggotaan penuh.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa sebagian besar ketentuan dalam CPTPP sudah selaras dengan perjanjian internasional yang telah diikuti Indonesia. "Ketentuan-ketentuan dalam CPTPP secara umum sudah kita sepakati di berbagai perjanjian internasional seperti dalam kerangka WTO, RCEP, ASEAN, serta proses aksesi OECD. Maka itu, kita hanya memerlukan beberapa penyesuaian peraturan perundang-undangan," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (3/7/2026).

CPTPP merupakan salah satu blok perdagangan paling strategis di dunia. Saat ini, 12 negara anggota termasuk Jepang, Kanada, Australia, Inggris, Singapura, dan Meksiko secara kolektif mewakili sekitar 15 persen produk domestik bruto global dengan pasar hampir 600 juta penduduk. Bergabungnya Indonesia diharapkan membuka akses lebih luas bagi produk ekspor nasional, meningkatkan arus perdagangan dan investasi, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai regional dan global.

Dukungan Inggris dan Penyelarasan Regulasi

Dalam proses aksesi, Indonesia mendapat dukungan dari sejumlah negara anggota, termasuk Inggris. Dukungan itu diwujudkan melalui penandatanganan Indonesia-United Kingdom Economic Growth Partnership pada 19 Januari 2026. "Dokumen kerja sama ekonomi strategis tersebut merupakan wujud nyata dari komitmen kedua negara dalam membangun pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan saling menguntungkan," kata Airlangga.

Hingga kini, Indonesia telah menyelaraskan regulasi domestik pada 22 bab ketentuan CPTPP. Pemerintah juga telah menyerahkan questionnaire negara aspirasi kepada Selandia Baru selaku depository country pada 12 Mei 2025. Targetnya, Indonesia menjadi anggota penuh CPTPP pada 2027.

Airlangga menegaskan, Indonesia tetap memprioritaskan jalur multilateral melalui CPTPP karena mampu memberikan akses pasar yang lebih luas serta mendukung sistem perdagangan yang terbuka, inklusif, dan berbasis aturan. Namun, di sisi lain, Indonesia juga membuka peluang pembentukan bilateral free trade agreement, termasuk dengan Inggris, sebagai alternatif jika negosiasi multilateral memerlukan waktu lebih panjang.

Keanggotaan CPTPP diharapkan membawa berbagai manfaat bagi perekonomian nasional. Selain memperluas akses pasar melalui pengurangan hambatan tarif, pelaku usaha akan diuntungkan oleh prosedur kepabeanan yang lebih sederhana, ketentuan perdagangan digital yang modern, perlindungan investasi dan hak kekayaan intelektual, serta rules of origin yang memungkinkan integrasi rantai pasok lebih erat. Bagi masyarakat, keanggotaan ini diharapkan menghadirkan lebih banyak pilihan produk dengan harga yang lebih kompetitif.

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, proses aksesi ini menjadi momentum untuk memperkuat reformasi regulasi dan penyederhanaan ketentuan guna meningkatkan kemudahan berusaha serta daya saing nasional, termasuk bagi usaha mikro, kecil, dan menengah.

Indonesia dan Inggris juga terus memperkuat kerja sama di sektor strategis melalui Economic Growth Partnership, seperti energi bersih, pengembangan industri semikonduktor, pendidikan tinggi, ekonomi digital, dan pengembangan sumber daya manusia. Inggris juga mendukung aksesi Indonesia ke OECD melalui dukungan teknis dan dialog kebijakan.

Pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh negara anggota CPTPP serta melanjutkan tahapan aksesi. Reformasi struktural dan penguatan daya saing nasional juga akan terus dijalankan agar Indonesia siap memanfaatkan peluang integrasi ekonomi global. "Indonesia bukan negara pertama di ASEAN, tetapi Vietnam, Brunei, Malaysia, dan Singapura sudah menjadi anggota ekonomi CPTPP. Tentunya kita berharap sebagai ekonomi terbesar di ASEAN dan sebagai satu-satunya negara G20 di ASEAN bahwa keanggotaan CPTPP di Indo-Pasifik ini akan memperkuat posisi Indonesia," pungkas Airlangga.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags