PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 32,21 persen sepanjang 2025, mencapai Rp7,65 miliar dibandingkan Rp5,79 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh efisiensi operasional dan peningkatan penjualan unit rumah, terutama di segmen subsidi.
Dalam paparan publik yang digelar di Tangerang Selatan, Selasa, 30 Juni 2026, Direktur Keuangan Hugofeber Parluhutan mengungkapkan bahwa pendapatan perusahaan juga naik dari Rp65,02 miliar menjadi Rp69,06 miliar. "Hingga Desember 2025, GRIA berhasil meningkatkan laba bersih sebesar 32,21 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya.
Kinerja positif ini tidak lepas dari strategi efisiensi dan keberhasilan penjualan unit perumahan yang dikembangkan perseroan. GRIA berkomitmen menyediakan hunian layak dan terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), sejalan dengan program tiga juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Fokus pada Rumah Pintar dan Bebas Banjir
Direktur Utama GRIA, Khufran Hakim Noor, menjelaskan bahwa komitmen tersebut diimplementasikan melalui peningkatan kualitas bangunan, pengembangan kawasan ramah lingkungan, dan penguatan tata kelola. Seluruh proyek perumahan kini mengusung konsep rumah pintar dengan jaringan internet, air bersih, dan listrik terintegrasi sejak awal perencanaan. "Pengalaman kami selama 13–14 tahun membuktikan 99,9 persen proyek kami bebas banjir dan tidak pernah kekurangan air," kata Khufran.
Ia menambahkan bahwa sektor rumah subsidi saat ini diuntungkan oleh berbagai stimulus pemerintah, seperti subsidi pusat, daerah, BP Tapera, dan skema Asabri untuk TNI/Polri. Harga rumah subsidi dinilai stabil dan belum mengalami kenaikan signifikan.
Khufran mengimbau keluarga muda, khususnya yang telah berusia di atas 21 tahun, untuk memanfaatkan kuota rumah subsidi yang melimpah. "Bunganya flat hanya lima persen hingga 20–30 tahun. Ini langkah terbaik untuk melawan inflasi karena nilai aset rumah akan terus naik, berbeda dengan kendaraan yang nilainya menyusut. Belilah rumah subsidi, dan belilah di Ingria," ujarnya.
Artikel Terkait
Lippo Sumbang 30 Hektar untuk Rumah Subsidi, Proyek Meikarta Tak Terganggu