15 Warga Diungsikan Akibat Kebakaran di TPA Jatiwaringin

- Selasa, 30 Juni 2026 | 23:40 WIB
15 Warga Diungsikan Akibat Kebakaran di TPA Jatiwaringin

Sebanyak 15 warga Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, terpaksa diungsikan ke tempat aman setelah kebakaran melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin pada Selasa sore. Mereka yang dievakuasi terdiri dari ibu hamil dan anak-anak yang terdampak asap kebakaran.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan, para warga yang terdampak saat ini telah dipindahkan ke kantor desa setempat. "Yang terdampak asap hanya rata-rata ibu-ibu dan anak-anak. Mereka kami evakuasi ke kantor desa sebagai lokasi aman dari asap kebakaran," ujarnya, Selasa (30/6/2026).

Evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh kebakaran di lokasi pembuangan sampah tersebut. Hingga pukul 21.25 WIB, luas area yang terbakar mencapai lima hektare. "Kurang lebih tadi dengan dari Dinas LH, sekitar empat sampai lima hektare," tutur Taufik.

Status kebencanaan saat ini masih berada pada Siaga I, dengan sejumlah titik api yang masih menyala dan terus dipadamkan. "Kami berupaya untuk memadamkan api jangan sampai meluas, begitu. Walaupun titik apinya agak sulit, tapi minimal tidak meluas ke daerah sekitarnya," kata Achmad Taufik.

Pihak BPBD telah mengajukan bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat penanganan kebakaran. "Saya sudah mencoba terus-menerus komunikasi dengan BNPB, sambil minta laporan lapangan untuk penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin," ucapnya.

Kendala utama yang dihadapi adalah sulitnya akses ke titik api karena tumpukan sampah yang menyerupai gunung. "Dengan posisi tumpukan sampah seperti gunung menjadi kendala. Kesulitan kami untuk menjangkau ke atas kendaraan, sementara selang sudah cukup panjang juga tetapi memang karena pekatnya asap kita susah mengakses ke titik lokasi," jelas Taufik.

Bantuan yang diharapkan dari BNPB berupa helikopter water bombing yang dinilai efektif untuk memadamkan api dari udara. "Saya sudah berupaya ke BNPB untuk membantu mendatangkan helikopter, penyemprotan air dari atas. Dengan kondisi yang kesulitan armada kami untuk mendekat api itu," terangnya.

Saat ini, sebanyak 10 kendaraan pemadam kebakaran dengan 45 personel dikerahkan untuk memadamkan api. Meski akses menuju sumber air relatif bisa dijangkau, petugas masih menghadapi tantangan medan. "Sumber air relatif bisa dijangkau dan aman. Walaupun jalannya agak kecil, tapi masih bisa kita akses," imbuh Taufik.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags