Wamendagri Dorong Kepala Desa Melek Data Lewat Kolaborasi dengan Kampus

- Selasa, 30 Juni 2026 | 16:45 WIB
Wamendagri Dorong Kepala Desa Melek Data Lewat Kolaborasi dengan Kampus

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa dan perguruan tinggi untuk meningkatkan kapasitas kepala desa dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Menurutnya, pengalaman di lapangan harus dipadukan dengan riset akademik agar tata kelola desa lebih adaptif dan berdampak.

Hal itu disampaikan Bima saat membuka Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan I bertajuk 'Pemerintahan Desa Berdampak' di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Program yang digagas Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri ini menjadi wadah bagi kepala desa untuk memperkuat kepemimpinan dan tata kelola melalui pendekatan akademik.

Bima mengapresiasi UI yang membuka ruang kolaborasi bagi para kepala desa. Menurutnya, pemimpin masa kini tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga harus mampu menyusun kebijakan berbasis data dan kajian ilmiah.

"Pemimpin harus berbasis data. Karena pemimpin itu harus punya konsep yang kuat, makanya setiap pemimpin harus dibantu oleh kampus, lembaga penelitian, atau lembaga pendidikan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, kolaborasi ini semakin penting karena kepala desa kini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks. Selain dituntut menyusun kebijakan berbasis data, mereka juga perlu meningkatkan kualitas SDM, menguasai teknologi, serta merespons isu strategis seperti perubahan iklim, bonus demografi, dan ketahanan pangan. Karena itu, Bima mengingatkan pentingnya budaya belajar bagi setiap kepala desa. Pemimpin yang berhenti belajar akan kesulitan mengikuti dinamika pembangunan.

Program Kepala Desa Masuk Kampus menghadirkan pendekatan baru dalam hubungan desa dan perguruan tinggi. Desa tidak lagi diposisikan sebagai objek pendampingan, melainkan mitra yang bersama-sama membangun pengetahuan. "Hari ini adalah kolaborasi dan kokreasi. Desa dan kampus sama-sama belajar, bertukar informasi, bertukar perspektif tentang teknologi, tata kelola, dan pemanfaatannya," katanya.

Ia menilai kolaborasi ini memberi manfaat bagi kedua belah pihak. Desa memperoleh akses terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas pemerintahan. Sementara itu, perguruan tinggi mendapatkan laboratorium nyata untuk mengembangkan kajian dan inovasi pembangunan desa.

Di akhir sambutannya, Bima menyebut para kepala desa sebagai local heroes yang menjadi motor penggerak pembangunan di tingkat akar rumput. Ia berharap pengalaman dan inovasi dari desa dapat menjadi inspirasi dan bahan pembelajaran bagi dunia akademik. "Kalau mereka masih berinovasi, mereka masih menginspirasi, mereka itu real heroes ... Silakan Pak Rektor angkat cerita kepahlawanan mereka itu supaya jadi bahan pembelajaran di kelas," pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor UI Heri Hermansyah, Wakil Rektor Bidang Infrastruktur dan Fasilitas UI Agus Setiawan, Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri La Ode Ahmad P. Bolombo, para kepala desa peserta program, civitas academica UI, serta jajaran Kemendagri.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags