Dini hari yang sunyi di Bekasi Selatan berubah menjadi mencekam. Seorang terapis spa berusia 23 tahun, berinisial SM, ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di Jalan Letnan Arsyad Raya. Peristiwa naas itu terjadi Kamis lalu, dan kini polisi telah menetapkan tersangka. Pelakunya ternyata orang terdekat: Ahmad Riansyah, yang disebut polisi sebagai suami siri korban.
Menurut Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy, penangkapan dilakukan di Lebak, Banten. "Pelaku Ahmad Riansyah, ditangkap di alamat Kampung Sanding, RT 019/RW 005, Kelurahan Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak," jelas Ressa, Senin (12/1).
Operasi itu berhasil digulirkan Minggu malam sekitar pukul 23.30 WIB. Saat dikonfirmasi lebih lanjut soal hubungan pelaku dengan almarhumah, Ressa menegaskan dengan singkat: "Suami siri."
Namun begitu, apa motif di balik perbuatan keji ini masih menjadi tanda tanya besar. Polisi belum memberikan penjelasan rinci. Investigasi masih terus berjalan.
Sebenarnya, awal mula cerita ini adalah kecemasan keluarga. Sejak Rabu siang, SM tak bisa dihubungi. Khawatir, sang ibu akhirnya meminta Agus Sunandar, salah satu anggota keluarga, untuk menengok ke kosannya di Kayuringin Jaya.
Sekitar pukul delapan lebih dua puluh enam menit malam, Agus tiba di lokasi. Ia mengetuk-ngetuk pintu kamar SM, tapi tak ada jawaban. Sunyi. Merasa ada yang tidak beres, Agus pun meminta tolong pengurus kos, Dede Rahmat Hidayat, untuk membuka pintu.
"Pintu kamar dalam kondisi terkunci. Akhirnya dibuka menggunakan kunci duplikat," papar Kasat Reskrim AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.
Pemandangan yang menyambut mereka sungguh mengerikan. SM sudah tergeletak tak bernyawa. Laporan pun segera dibuat, dan petugas segera berdatangan. Jasad korban baru dievakuasi dan dinyatakan meninggal sekitar pukul tiga lewat seperempat dini hari.
Uniknya, pada pemeriksaan awal, tidak terlihat tanda kekerasan fisik yang mencolok pada jasad. Tapi jangan salah, sejumlah temuan di TKP justru memperkuat kecurigaan bahwa ini bukan kematian biasa. Polisi menemukan barang-barang yang mengusik nalar.
Ada botol cairan pembersih lantai, misalnya. Lalu ada juga muntahan di sekitar tubuh korban. Belum lagi rekaman CCTV di sekitar lingkungan kos yang langsung diamankan untuk diteliti. Semua itu mengarah pada satu kesimpulan sementara: ada yang tidak beres.
"Informasinya korban bekerja sebagai terapis di sebuah spa," tambah AKBP Braiel.
Di sisi lain, polisi masih sangat berhati-hati. Mereka enggan terburu-buru menghubungkan temuan-temuan itu dengan penyebab kematian sebelum ada kata resmi dari dokter. "Semua temuan masih kami dalami. Kami belum bisa mengaitkan cairan pembersih lantai dengan penyebab kematian sebelum hasil autopsi keluar," tegas Braiel.
Kini, pelaku sudah dalam tahanan. Tapi duka keluarga masih terasa. Dan misteri seputar alasan di balik tragedi ini masih menggantung, menunggu terkuak dalam proses hukum nanti.
Artikel Terkait
Prabowo dan KSAD Bahas Capaian TNI AD: 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Tuntas dalam Tiga Bulan
IHSG Melemah Tipis ke 7.621, Tekanan Jual Masih Membayangi
Mentan: Swasembada Pangan Hanya Mungkin dengan Sinergi Pusat-Daerah
PN Jakarta Pusat Tolak Eksepsi Mardiono, Perkara Muktamar PPP Lanjut ke Pemeriksaan Bukti