Gus Ipul: Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Harus Jujur dan Terbuka

- Senin, 29 Juni 2026 | 08:30 WIB
Gus Ipul: Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Harus Jujur dan Terbuka

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa proses penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat harus dilakukan secara jujur dan transparan. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 7 Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (28/6).

Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat tidak menerapkan sistem pendaftaran seperti sekolah pada umumnya. Sebaliknya, pemerintah melakukan penjangkauan terhadap keluarga yang memenuhi kriteria berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Program ini harus dimulai dengan kejujuran dan keterbukaan. Tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan. Keluarga-keluarga yang memenuhi kriteria di dalam DTSEN dijangkau oleh petugas, baru kemudian ditetapkan menjadi siswa Sekolah Rakyat," kata Gus Ipul.

Dia menegaskan bahwa kejujuran harus dijaga sejak proses pendataan hingga pengelolaan program. "Tidak boleh ada korupsi, sogok-menyogok ataupun tindakan yang tidak terpuji karena program ini diperuntukkan bagi mereka yang selama ini terpinggirkan dan belum terbawa dalam proses pembangunan," ujarnya.

Open House digelar untuk memperkenalkan perkembangan pembelajaran Sekolah Rakyat kepada orang tua, calon siswa, pemerintah daerah, dan masyarakat. Saat ini terdapat lima Sekolah Rakyat rintisan di Sumatra Selatan, yakni SRMA 7 Palembang, Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 31 Palembang, SRMA 8 Ogan Ilir, SRT 15 Empat Lawang, dan SRMA 45 Ogan Komering Ulu.

Khusus SRMA 7 Palembang, sekolah itu menampung 96 siswa. Sementara itu, sebanyak 60 calon siswa untuk tahun ajaran baru telah dijangkau melalui DTSEN desil 1 dan 2.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan data statistik memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut. "Statistik ternyata bukan sekadar angka, tetapi statistik bisa memberikan makna yang luar biasa bagi anak-anak kita di Sekolah Rakyat. Statistik bisa memberikan dampak sehingga mereka memiliki mimpi-mimpi untuk masa depan mereka," ujar Amalia.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga berdialog dengan sejumlah siswa dan calon siswa. Salah satunya Nur Aziza, siswi kelas X yang bercita-cita menjadi dokter. Saat ditanya pesan untuk Presiden Prabowo Subianto, Nur mengaku bersyukur bisa kembali bersekolah. "Saya mau menyampaikan terima kasih kepada Bapak Prabowo. Berkat program Sekolah Rakyat ini saya bisa sekolah lagi," ucap Nur.

Gus Ipul juga berbincang dengan M. Fariz Al Afiz (10), calon siswa yang mengaku belum pernah mengenyam pendidikan karena keterbatasan ekonomi keluarganya. Menurut Gus Ipul, kisah Fariz menjadi alasan utama pemerintah menghadirkan Sekolah Rakyat. "Memang ada keluarga-keluarga yang belum terbawa dalam proses pembangunan. Itulah sebabnya Presiden mengajak kita semua memulai program ini dengan kejujuran," kata Gus Ipul.

Dia menambahkan, lulusan Sekolah Rakyat nantinya dipersiapkan memiliki dua pilihan, yakni melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau menjadi tenaga kerja terampil sesuai potensi masing-masing. "Sambut kesempatan ini dengan sungguh-sungguh. Antarkan anak-anak kita meraih cita-citanya dengan baik," pungkas Gus Ipul.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags