Forum Dialog Perusahaan dan Masyarakat Adat di Nabire Bahas Kesejahteraan dan Hunian Layak

- Minggu, 28 Juni 2026 | 03:15 WIB
Forum Dialog Perusahaan dan Masyarakat Adat di Nabire Bahas Kesejahteraan dan Hunian Layak

Forum dialog antara jajaran perusahaan dan pemilik hak adat Desa Nifasi, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan membahas program pemberdayaan masyarakat. Pertemuan itu difokuskan pada upaya membangun kolaborasi di bidang kesehatan, pendidikan, hingga penyediaan hunian bagi warga.

Tokoh Adat Perempuan Desa Nifasi, Yantris Monei, menekankan pentingnya menyelesaikan persoalan melalui komunikasi yang baik. "Tentu dengan cara-cara protes yang mengaku masyarakat Papua terutama Papua Tengah. Sangat merugikan pihak-pihak lain yang sampaikan ke mereka itu untuk melaksanakan protes itu," ucapnya dalam forum diskusi yang berlangsung di Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.

Forum tersebut dihadiri Chairman Kristalin Group Arif Budi Setiawan, Direktur Utama PT Kristalin Ekalestari Andito Prasetyowan, Humas PT Kristalin Ekalestari Maria Erari, serta perwakilan masyarakat yang terdiri atas Kepala Suku Nifasi Aser Monei, Tokoh Adat Perempuan Yantris Monei, dan Tokoh Adat Desa Nifasi Dominggus Monei.

Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak membahas sejumlah program yang akan dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pembahasan meliputi layanan kesehatan, peningkatan akses pendidikan, serta penyaluran rumah bagi warga yang belum memiliki tempat tinggal maupun yang masih menempati rumah tidak layak huni.

Selain itu, perusahaan menyampaikan komitmennya untuk terus menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang sosial, keagamaan, serta pelestarian budaya sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan masyarakat di Papua Tengah.

Dialog juga menjadi kesempatan bagi masyarakat adat untuk menyampaikan pandangan mengenai pentingnya menjaga hubungan yang harmonis dan kondusif antara seluruh pihak yang berkepentingan di wilayah tersebut.

Menurut Yantris, masyarakat pemilik hak ulayat berharap berbagai persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. "Sebagai pemilik hak ulayat, pihaknya bersama masyarakat akan memasang badang jika ada yang mengganggu keamanan dan ketertiban daerahnya. Tentu akan kami temui warga yang mengaku-ngaku bahkan memfitnah dan mengadu domba di wilayah kami yang damai dan rukun," terangnya.

Melalui forum tersebut, hubungan antara masyarakat adat dan perusahaan diharapkan semakin erat sehingga berbagai program yang telah direncanakan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Nifasi serta mendukung pembangunan di Papua Tengah.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags