Geoprima Solusi Pacu Dana Segar Usai Masuknya Pengendali Baru

- Senin, 05 Januari 2026 | 08:15 WIB
Geoprima Solusi Pacu Dana Segar Usai Masuknya Pengendali Baru

PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) kini mulai memburu suntikan dana segar. Langkah ini diambil seiring dengan masuknya Tjokro Group sebagai pengendali baru perusahaan. Tentu saja, perubahan besar ini bukan cuma soal kepemilikan saham.

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar 19 Desember 2025, struktur pimpinan perusahaan pun dirombak total. Dionysius Tjokro ditunjuk sebagai Direktur Utama, didampingi Axel Tobias Joel sebagai Direktur. Di sisi dewan komisaris, Karnadi Margaka mengambil posisi sebagai Komisaris Utama, dengan Adi Sulaiman dan Purwan Habibie Siswanto sebagai Komisaris serta Komisaris Independen.

Tak cuma itu, rapat pemegang saham juga memberi lampu hijau untuk rencana penjaminan aset. Perseroan berencana menjaminkan lebih dari separuh bahkan mungkin seluruh kekayaannya untuk mendapatkan pinjaman dari bank dan lembaga keuangan lain. Targetnya, fasilitas itu bisa didapat dalam waktu 12 bulan ke depan.

Direktur Utama yang baru, Dionysius Tjokro biasa disapa Dion mengaku pihaknya sudah mulai mengobrol dengan sejumlah bank dan lembaga keuangan. Menurutnya, respons yang diterima sejauh ini cukup positif.

"Kami terus melakukan penjajakan ke beberapa pihak untuk mendapatkan fasilitas pinjaman. Meskipun belum ada keputusan pasti, yang jelas rencana ini sudah mendapat persetujuan melalui RUPSLB," kata Dion melalui keterangan resmi, Senin (5/1/2026).

Dion punya alasan tersendiri kenapa saat ini tepat untuk mencari pinjaman. Kondisi pasar yang sedang berada di era suku bunga rendah jadi pertimbangan utama. Dengan begitu, perusahaan bisa dapatkan bunga yang bersaing. Likuiditas bertambah, tapi beban bunganya tidak akan terlalu membebani.

Kondisi keuangan Geoprima Solusi sendiri sebenarnya cukup lapang. Per akhir September 2025, liabilitasnya tercatat hanya Rp9,61 miliar. Angka itu jauh lebih kecil dibanding ekuitas perusahaan yang mencapai Rp41,43 miliar.

"Jadi dari sisi neraca pun kami masih punya ruang yang cukup besar untuk menerima fasilitas pinjaman," ujar Dion.

Di luar urusan pendanaan, Dion menegaskan transformasi bisnis sudah berjalan. Kehadiran manajemen baru diyakini akan membawa angin segar. Nantinya, pinjaman yang diperoleh bukan cuma untuk menambah kas, tapi lebih untuk memperkuat fondasi bisnis perusahaan ke depannya.

(Rahmat Fiansyah)

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar