Koperasi Desa Tamanmartani Buktikan Diri sebagai Motor Ekonomi dan Layanan Publik

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:15 WIB
Koperasi Desa Tamanmartani Buktikan Diri sebagai Motor Ekonomi dan Layanan Publik

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tamanmartani di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi contoh nyata bagaimana koperasi bisa berperan ganda: menggerakkan ekonomi sekaligus menyediakan layanan publik bagi warga desa. Dengan dukungan pembiayaan dana bergulir dari LPDB Koperasi, koperasi ini mengembangkan berbagai unit usaha produktif yang memberikan manfaat langsung bagi anggota dan masyarakat, mulai dari sektor pertanian hingga layanan kesehatan.

Ketua KDMP Tamanmartani, Mawardi, menyebutkan bahwa koperasi yang berdiri pada 2025 itu kini memiliki 1.118 anggota. Berbagai unit usaha strategis telah dikelola, antara lain sarana produksi pertanian (saprotan), sembako, perikanan, dan klinik kesehatan. Semua unit itu dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa.

"Kami ingin koperasi hadir sebagai solusi bagi masyarakat. Bukan hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga pelayanan dasar yang dibutuhkan warga desa," ujar Mawardi.

Salah satu unit unggulan adalah penyaluran pupuk bersubsidi. Koperasi ini dipercaya menyalurkan pupuk bersubsidi dengan volume sekitar 400 ton per tahun sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Dalam enam bulan terakhir, penyaluran pupuk telah mencapai lebih dari 200 ton kepada kelompok tani di wilayah Tamanmartani. Selain pupuk, koperasi juga menyalurkan benih, pestisida, dan kebutuhan produksi pertanian lainnya.

Ke depan, KDMP Tamanmartani menargetkan pengembangan ekosistem usaha pertanian yang terintegrasi dari hulu ke hilir, mulai dari penyediaan sarana produksi, pendampingan budidaya, hingga penyerapan hasil panen petani. "Petani kini lebih mudah mendapatkan pupuk dan kebutuhan pertanian lainnya secara tepat waktu dan tepat sasaran. Kami ingin koperasi menjadi bagian dari solusi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani," kata Mawardi.

Tak hanya di sektor pertanian, KDMP Tamanmartani juga mengembangkan klinik kesehatan yang dikelola secara profesional. Klinik tersebut telah mengantongi izin operasional dari Dinas Kesehatan dan menyediakan layanan Poli Umum, Poli Gigi, Poli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta farmasi, dengan didukung 10 tenaga kesehatan dan tenaga pendukung.

Menurut Mawardi, kehadiran klinik koperasi menjadi solusi atas keterbatasan akses layanan kesehatan masyarakat yang selama ini harus menempuh jarak lebih dari enam kilometer menuju puskesmas.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags