10.395 Sarjana dari 1.952 Kampus, Termasuk Australia dan Inggris, Daftar Program Transmigrasi Patriot

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 06:45 WIB
10.395 Sarjana dari 1.952 Kampus, Termasuk Australia dan Inggris, Daftar Program Transmigrasi Patriot

Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengungkapkan bahwa program Transmigrasi Patriot tahun ini tidak hanya menarik minat sarjana dari dalam negeri, tetapi juga dari berbagai kampus ternama di dunia. Sebanyak 10.395 sarjana dari 1.952 kampus telah mendaftar, termasuk dari Australia dan Inggris.

"Makanya, sekarang kita buka pintu juga untuk mereka. Kita juga buka pintu untuk mereka, mereka itu siapa? Kampus yang lain. Tahun ini yang daftar 10.395 sarjana dari 1.952 kampus. Bahkan ada kampus-kampus dunia juga seperti dari Australia, ada yang dari Inggris juga dan sebagainya. Jadi, mereka juga ingin ikut," ujar Iftitah di Jakarta, Jumat.

Dari jumlah pendaftar itu, Kementerian Transmigrasi akan memberangkatkan 1.476 orang Transmigran Patriot ke 53 kawasan transmigrasi. Sebelum diberangkatkan, para peserta akan menjalani pembekalan. Iftitah menjelaskan, fokus program ini kini bergeser dari riset dan pemetaan potensi ekonomi menjadi pengabdian masyarakat.

"Utamanya ke Papua, kita sudah mengirim 1.000 transmigran Patriot, mereka ini dari 10 kampus mitra utama, tapi ada juga dari 147 kampus nonmitra," katanya.

Menurut Iftitah, minat dari generasi muda dan kampus-kampus nonmitra sangat besar. Hal itulah yang mendorong pemerintah membuka kesempatan bagi semua lulusan sarjana, tanpa terkecuali. "Makanya, sekarang kita buka lulusan sarjana manapun boleh ikut," ujarnya.

Program Transmigrasi Patriot merupakan bagian dari Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 yang digagas Kementerian Transmigrasi. Juru Bicara Kementrans, Eva Julianti Yunizar, menyatakan bahwa banyak anak muda ingin berkontribusi bagi masyarakat, tetapi belum menemukan ruang yang tepat. Ia menambahkan, keterlibatan generasi muda sangat dibutuhkan untuk mempercepat transformasi dan kemajuan daerah, terutama kawasan yang berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Program ini diselenggarakan berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997 tentang Ketransmigrasian. Melalui program ini, peserta difasilitasi untuk melakukan pemetaan potensi wilayah, mengidentifikasi tantangan pembangunan, serta merumuskan gagasan yang mendukung pengembangan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kementerian Transmigrasi juga menegaskan komitmennya terhadap transparansi dalam proses rekrutmen Tim Ekspedisi Patriot 2026.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags