Bakpia Hangat Khas Yogyakarta Jadi Primadona di Jakarta Fair Kemayoran 2026

- Jumat, 26 Juni 2026 | 05:15 WIB
Bakpia Hangat Khas Yogyakarta Jadi Primadona di Jakarta Fair Kemayoran 2026

Aroma bakpia hangat yang khas menyambut setiap pengunjung yang melintas di Anjungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Jakarta Fair Kemayoran 2026. Kuliner primadona dari Kota Gudeg ini menjadi salah satu daya tarik utama yang membuat stan Yogyakarta tak pernah sepi pembeli, melengkapi deretan produk unggulan UMKM lain seperti kerajinan tangan dan fesyen.

Maharani, penjual bakpia di stan tersebut, sengaja menyajikan produknya dalam keadaan hangat untuk memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung pameran. Ia datang langsung dari Yogyakarta untuk memastikan cita rasa autentik tetap terjaga.

"Ini kan saya langsung dari Jogja, ingin menyajikan bakpia yang masih fresh di PRJ ini, spesial," kata Maharani dalam tayangan Newsline Metro TV, Kamis 25 Juni 2026.

Menurutnya, bakpia yang dijual menggunakan bahan baku asli tanpa pengawet. Isian kacang hijau dan gula asli dikirim langsung dari Yogyakarta, lalu diolah di Jakarta. "Bakpianya terbuat dari kacang hijau asli, tidak pakai pengawet, pakai gula asli juga. Isinya dari Jogja dikirim ke Jakarta langsung, terus kita buatnya di sini," ujarnya.

Antusiasme pengunjung terhadap produk ini cukup tinggi. Banyak di antara mereka yang tertarik karena bisa mencicipi bakpia hangat sebelum memutuskan untuk membeli. "Saya sangat senang sekali. Pembelinya senang karena ada bakpia yang masih fresh, masih hangat. Penjualannya lumayan banyak," kata Maharani.

Selain kuliner, Anjungan Yogyakarta juga menghadirkan nuansa khas daerah melalui berbagai produk UMKM dan kerajinan kreatif yang mencerminkan identitas budaya setempat. Kehadiran anjungan ini menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung yang ingin merasakan suasana Yogyakarta tanpa harus meninggalkan Jakarta.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.