PNM dan Mandiri Taspen Beri Pelatihan Jahit Sepatu bagi 30 Penyandang Disabilitas di Brebes

- Jumat, 26 Juni 2026 | 05:30 WIB
PNM dan Mandiri Taspen Beri Pelatihan Jahit Sepatu bagi 30 Penyandang Disabilitas di Brebes

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menggandeng Mandiri Taspen untuk membekali penyandang disabilitas dengan keterampilan siap kerja melalui Program Vokasi Disabilitas. Inisiatif ini dirancang untuk memperluas kesempatan bagi kelompok rentan agar memiliki keahlian yang relevan dengan kebutuhan industri serta akses menuju peluang ekonomi yang lebih baik.

Direktur Utama PNM Kindaris menjelaskan bahwa program ini merupakan perluasan dari berbagai upaya pemberdayaan yang selama ini dijalankan perusahaan. Jika selama ini PNM dikenal lewat program pemberdayaan perempuan dan pelaku usaha ultra mikro, kali ini jangkauannya diperluas dengan memberikan akses peningkatan kapasitas bagi penyandang disabilitas. Menurut Kindaris, pemberdayaan yang berkelanjutan harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mengingat penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai hambatan dalam mengakses dunia kerja.

“Setiap orang memiliki potensi untuk berkembang apabila diberikan kesempatan dan akses yang tepat. Melalui program ini, kami berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk mandiri, berkarya, dan meningkatkan kualitas hidupnya,” ujar Kindaris. Ia menambahkan bahwa pemberdayaan inklusif akan menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Sebanyak 30 peserta dari komunitas difabel di Kabupaten Brebes dan sekitarnya mengikuti program ini. Mereka mendapat pelatihan keterampilan menjahit dengan skema Operator Jahit Sepatu yang difasilitasi oleh Ruang Amal Indonesia. Selama lima hari, para peserta memperoleh pembekalan teknis yang materinya disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Setelah pelatihan rampung, peserta berkesempatan mengikuti proses penempatan kerja di perusahaan industri sepatu yang beroperasi di wilayah Brebes. Kolaborasi antara PNM dan Mandiri Taspen ini diharapkan mampu menghadirkan pemberdayaan yang inklusif bagi penyandang disabilitas.

“Sebab di balik setiap keterbatasan, selalu ada potensi yang dapat tumbuh ketika kesempatan dibuka dan dukungan diberikan,” kata Kindaris. Ia menutup dengan harapan bahwa program vokasi ini menjadi langkah kecil yang menghadirkan perubahan nyata, memungkinkan para peserta melangkah menuju kehidupan yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags