Plaza Seremoni IKN Raih Penghargaan Lanskap Bergengsi di Malaysia

- Jumat, 26 Juni 2026 | 04:45 WIB
Plaza Seremoni IKN Raih Penghargaan Lanskap Bergengsi di Malaysia

Plaza Seremoni Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dibangun oleh PT Brantas Abipraya (Persero) berhasil menyabet penghargaan bergengsi di kancah internasional. Proyek ini meraih Honour Award dalam Malaysia Landscape Architecture Awards (MLAA) 2026 untuk kategori Landscape Design Award (Professional Category).

Penghargaan ini menjadi bukti bahwa ruang publik di IKN tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur fisik, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai kebangsaan, keberlanjutan lingkungan, dan fungsi sosial. MLAA sendiri merupakan ajang yang memberikan apresiasi kepada proyek-proyek lanskap berkualitas tinggi yang mempertimbangkan estetika, fungsi, keberlanjutan, serta kontribusinya terhadap kualitas ruang publik.

Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya, Dian Sovana, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi semua pihak yang terlibat dalam pembangunan Plaza Seremoni.

“Penghargaan MLAA 2026 ini merupakan apresiasi atas kolaborasi dan dedikasi seluruh insan Brantas Abipraya dalam menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya memiliki fungsi strategis, tetapi juga memberikan nilai estetika, keberlanjutan, dan manfaat sosial bagi masyarakat. Plaza Seremoni IKN menjadi simbol bagaimana pembangunan dapat menyelaraskan identitas bangsa, pelestarian lingkungan, dan kebutuhan ruang publik modern,” kata Dian dalam keterangan tertulis, Kamis, 25 Juni 2026.

Terletak di depan Istana Negara dan Istana Garuda, Plaza Seremoni menjadi bagian integral dari Sumbu Kebangsaan. Kawasan ini dirancang sebagai pusat aktivitas kenegaraan sekaligus ruang publik utama di IKN. Konsepnya merupakan reinterpretasi modern dari alun-alun Indonesia yang selama ini menjadi pusat interaksi sosial masyarakat. Berbagai fasilitas tersedia di area ini, mulai dari amfiteater terbuka, jalur pejalan kaki, jalur pesepeda, area hijau, galeri UMKM, hingga ruang komunal yang dirancang untuk mendorong interaksi sosial dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Keunggulan Plaza Seremoni juga terlihat dari penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan. Desain kawasan memanfaatkan kontur alami lahan serta sistem tata air yang sudah ada untuk mengoptimalkan fungsi ekologis tanpa mengurangi kenyamanan pengguna. Pendekatan ini menjadikan infrastruktur ekologis sebagai bagian tak terpisahkan dari ruang publik yang mendukung ketahanan lingkungan dan memperkuat identitas IKN sebagai kota hutan berkelanjutan.

Plaza Seremoni bersama kawasan Sumbu Kebangsaan diresmikan oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, pada 14 Agustus 2024. Peresmian itu menjadi tonggak penting dalam pengembangan kawasan inti IKN sekaligus menandai kesiapan infrastruktur pendukung untuk berbagai agenda nasional, termasuk Upacara Peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dian menilai penghargaan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Brantas Abipraya, tetapi juga bagi Indonesia. Pengakuan internasional itu menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur nasional kini tidak lagi berfokus pada konstruksi semata. Lebih dari itu, proyek-proyek seperti Plaza Seremoni mampu menghadirkan ruang publik berkualitas dengan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.

“Keberhasilan ini semakin memperkuat komitmen Brantas Abipraya untuk terus menghadirkan karya infrastruktur yang unggul, inovatif, dan berkelanjutan. Kami percaya infrastruktur masa depan harus mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, memperkuat daya saing bangsa, serta mendukung terwujudnya Indonesia yang lebih maju,” kata Dian.

Sebagai perusahaan konstruksi milik negara yang berpengalaman menangani berbagai proyek strategis nasional, Brantas Abipraya menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan karya terbaik yang memberi nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.