Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan berinisial RJS (50) ditemukan tewas di dalam mobil dinas di area Bandara Juanda, Sidoarjo. Kabar yang menyebutkan bahwa korban dalam kondisi hamil saat ditemukan dibantah keras oleh pihak keluarga.
“Informasi yang menyebut korban sedang hamil itu tidak benar. Memang kondisi tubuh korban gemuk,” kata Risang Bima Wijaya, kuasa hukum keluarga korban, di RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Selasa (24/6/2026).
Menurut Risang, selama ini RJS tinggal bersama anaknya yang sudah dewasa di sebuah perumahan tak jauh dari kompleks Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Sementara itu, suami korban menetap di Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Sampang dan saat ini tengah dalam kondisi sakit.
Pertemuan terakhir antara korban dan suaminya terjadi pada 4 Juni 2026. Sepengetahuan keluarga, setelah tanggal tersebut aktivitas RJS berjalan seperti biasa dan tidak ditemukan tanda-tanda adanya persoalan rumah tangga yang mencurigakan.
“Sejauh yang diketahui keluarga, tidak ada konflik rumah tangga maupun masalah lainnya,” ujar Risang.
Sebelum jasadnya ditemukan, RJS sempat dilaporkan hilang oleh keluarga. Pada Kamis (18/6), korban berangkat bekerja seperti rutinitasnya tanpa memberi tahu bahwa ia akan bepergian ke luar kota. Keluarga hanya mengetahui bahwa RJS sempat mengunggah status WhatsApp yang menyebut dirinya berada di wilayah Batu atau Malang. Namun, informasi itu tidak disampaikan langsung kepada suami atau anggota keluarga lain.
Komunikasi terakhir dengan korban terjadi pada Sabtu (20/6) pagi, saat ia masih bisa dihubungi oleh anaknya. Memasuki sore hari, telepon seluler RJS sudah tidak dapat dihubungi karena dalam keadaan mati.
Artikel Terkait
ASIO Peringatkan Ancaman Teror Iran di Australia, Sebut Rencana Serangan Bom Molotov di Sydney
Bareskrim Limpahkan Kasus Ade Armando, Grace Natalie, dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
Kebakaran Landa Warteg di Bekasi Utara, Damkar Kerahkan 25 Personel
MKH Pecat Hakim Yustisial PN Jaksel SW Terbukti Terima Suap Rp2 Miliar