Pemerintah Kabupaten Pandeglang telah meninjau jembatan yang ambruk di Kampung Tarikolot, Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Sumur, serta lokasi longsor di hunian tetap (huntap) penyintas tsunami di Kampung Palimping. Tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat langsung turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan.
“Lagi pada ke lapangan,” kata Kepala DPUPR Pandeglang, Roni, Rabu (24/6/2026).
Roni menyampaikan bahwa pihaknya belum bisa melakukan penanganan terhadap dua kejadian tersebut. Tim di lapangan, menurut dia, masih menganalisis untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
“Sudah ke lokasi termasuk longsor yang di huntap. Nanti seperti apa hasil survei dikoordinasikan sama teman-teman,” imbuhnya.
Sebelumnya, jembatan penghubung antardesa di Kampung Tarikolot itu ambruk setelah dilintasi truk pengangkut pasir. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (23/6). Sekretaris Desa Tunggal Jaya, Andi Suandi, mengatakan jembatan sudah dalam kondisi rusak berat sebelum akhirnya roboh.
“Jembatan ambruk usai dilintasi dump truk pengangkut pasir,” ujar Andi.
Ia menambahkan, pihak desa sebenarnya sudah melaporkan kondisi jembatan tersebut, namun pembangunan jembatan baru belum kunjung dilakukan. “Memang awalnya jembatan itu sudah rusak berat karena sudah hampir puluhan tahun jembatan belum dibangun juga,” katanya.
Jembatan itu merupakan akses utama yang menghubungkan Desa Ujung Jaya, Cigorondong, dan Taman Jaya. Dengan ambruknya jembatan tersebut, akses warga kini terputus karena tidak ada jalur alternatif lain.
Artikel Terkait
Indonesia Ekspor Jagung untuk Pertama Kali dalam 53 Tahun, Polri Diklaim Jadi Kunci Swasembada Pangan
KPK Tahan Sementara Penahanan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas karena Sakit
Sarwendah Datangi Komnas Perempuan, Kuasa Hukum Ruben Onsu Pertanyakan Hak yang Diperjuangkan
Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan Ditemukan Tewas di Mobil Dinas di Bandara Juanda