Suasana pagi Minggu di Universitas Iowa berubah jadi mencekam. Tembakan terdengar, dan sejumlah orang dilaporkan terluka. Begitulah kronologi awal yang beredar.
Menurut sejumlah saksi, insiden ini terjadi di sekitar kampus. Kepolisian Iowa City langsung turun tangan menyelidiki kasus penembakan yang terjadi hari ini. Mereka sudah merilis pernyataan resmi terkait hal tersebut.
"Departemen Kepolisian Iowa City sedang menyelidiki penembakan yang terjadi pada hari Minggu," begitu bunyi pernyataan pejabat setempat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun pelaku yang berhasil ditangkap. Yang jelas, korban-korban sudah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.
"Saat ini, beberapa korban telah dibawa ke rumah sakit setempat untuk dirawat karena luka-luka yang diderita dalam penembakan tersebut," imbuh pihak kepolisian, mempertegas situasi.
Ceritanya begini: petugas ICPD awalnya menanggapi laporan soal "perkelahian besar" di area kampus. Waktunya sekitar pukul dua pagi waktu setempat. Begitu sampai di lokasi, yang mereka dengar justru suara tembakan bukan lagi adu mulut atau pukul-pukulan.
Universitas Iowa sendiri membenarkan ada korban dalam insiden ini. Mereka enggan merinci lebih jauh, hanya menyebut ada "korban yang terkonfirmasi".
Lewat peringatan darurat, kampus itu meminta semua orang menjauhi area kejadian. Pesannya singkat: "tetap waspada".
Lokasi pastinya disebutkan di dekat persimpangan College dan Clinton. Itu jantung kawasan kampus di Midwest yang biasanya ramai.
Sayangnya, kejadian seperti ini seolah jadi cerita yang berulang. Di AS, penembakan di lingkungan sekolah atau kampus sudah terlalu sering terjadi. Ambil contoh bulan Februari lalu: dua nyawa melayang di Universitas Negeri Carolina Selatan. Lalu di bulan Desember, seorang pria bersenjata menembak di dalam ruang kelas Universitas Brown. Akibatnya, dua orang tewas dan sembilan lainnya terluka.
Dan sekarang, Iowa. Lagi-lagi.
Artikel Terkait
Prabowo Sidak Gudang Bulog Magelang, Cek Stok dan Berbaur dengan Karyawan
Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera Capai Kemajuan Signifikan
Menteri Pertahanan Israel Izinkan IDF Gunakan Kekuatan Penuh di Lebanon Meski Gencatan Senjata
BPSDMP Gandeng Tujuh Daerah Atasi Krisis SDM Transportasi